Cegah Diabetes di Usia Muda, Pupuk Kaltim Bekali 150 Pelajar Bontang dengan Edukasi Hidup Sehat

Cegah Diabetes di Usia Muda, Pupuk Kaltim Bekali 150 Pelajar Bontang dengan Edukasi Hidup Sehat (ist)
Cegah Diabetes di Usia Muda, Pupuk Kaltim Bekali 150 Pelajar Bontang dengan Edukasi Hidup Sehat (ist)
banner 468x60

Bontang – Penyakit diabetes melitus kini tidak lagi hanya menjadi persoalan kesehatan kelompok usia dewasa. Perubahan pola hidup, tingginya konsumsi gula, serta minimnya aktivitas fisik membuat generasi muda juga perlu mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut.

Persoalan itu menjadi perhatian PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) melalui Gerakan Edukasi dan Motivasi Sehat (GEMA SEHAT) bertema “Cegah Diabetes Sejak Dini, Wujudkan Generasi Muda yang Sehat”.

Sebanyak 150 pelajar SMA sederajat di Kota Bontang mengikuti kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan pemahaman generasi muda mengenai diabetes melitus sekaligus membangun kesadaran agar pola hidup sehat dimulai sejak usia sekolah.

Tidak hanya memperoleh materi edukasi mengenai diabetes, para peserta juga mendapatkan kesempatan melakukan pemeriksaan gula darah secara gratis. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan pentingnya deteksi dini kepada para pelajar.

VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan edukasi kesehatan bagi generasi muda menjadi penting karena kebiasaan yang terbentuk sejak usia sekolah dapat memberikan pengaruh terhadap kondisi kesehatan seseorang di masa mendatang.

Menurutnya, pencegahan tidak harus dimulai ketika seseorang sudah mengalami gangguan kesehatan. Justru, langkah sederhana seperti menjaga pola makan, mengurangi konsumsi gula dan rutin beraktivitas fisik perlu dibangun sejak dini.

“Melalui GEMA SEHAT, kami ingin memberikan pemahaman kepada generasi muda bahwa menjaga kesehatan merupakan investasi jangka panjang. Diabetes bukan semata persoalan ketika seseorang sudah dewasa, tetapi risikonya dapat dipengaruhi kebiasaan yang terbentuk sejak usia muda,” ujar Rezha, Kamis (20/8/2026).

Ia menambahkan, perkembangan gaya hidup saat ini membuat anak muda semakin mudah terpapar kebiasaan kurang sehat. Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula serta aktivitas sehari-hari yang cenderung minim gerak menjadi hal yang perlu mendapat perhatian.

Karena itu, Pupuk Kaltim mendorong para peserta tidak berhenti pada pemahaman materi, tetapi mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Mulai dari mengatur pola makan, membatasi asupan gula, memperbanyak aktivitas fisik, berolahraga, hingga mencukupi waktu istirahat.

“Kami berharap pengetahuan yang diperoleh tidak berhenti di ruang kegiatan. Para siswa dapat menjadi penyampai informasi kepada teman, keluarga dan lingkungan sekitarnya sehingga kebiasaan hidup sehat bisa tumbuh lebih luas,” katanya.

Rezha menyebut kegiatan tersebut juga merupakan bagian dari kontribusi Pupuk Kaltim terhadap pembangunan kualitas sumber daya manusia. Upaya peningkatan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di bidang kesehatan dinilai sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung pembangunan berkelanjutan.

“Generasi muda merupakan aset penting bagi masa depan Kota Bontang. Mereka harus tumbuh sehat, produktif dan memiliki kesadaran menjaga dirinya sendiri. Karena itu, edukasi seperti ini akan terus kami dorong dan perluas,” jelas Rezha.

Diabetes Mulai Mengancam Usia Muda

Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, dr. Toetoek Pribadi Ekowati, mengapresiasi langkah Pupuk Kaltim yang menggandeng generasi muda dalam kegiatan edukasi kesehatan.

Menurut Toetoek, pemilihan pelajar sebagai sasaran kegiatan merupakan langkah strategis. Sebab, diabetes yang selama ini lebih banyak dikaitkan dengan kelompok usia dewasa kini juga dapat ditemukan pada kelompok usia yang lebih muda.

Ia menjelaskan, diabetes dapat dipengaruhi oleh sejumlah faktor. Selain faktor medis tertentu, pola hidup dengan konsumsi gula berlebihan dan kurangnya aktivitas fisik juga menjadi hal yang perlu dicegah.

“Diabetes melitus ini harus menjadi perhatian kita bersama. Jangan sampai anak-anak dan generasi muda menganggap penyakit ini hanya berkaitan dengan orang tua. Justru pencegahan harus dilakukan sejak sekarang,” ungkap Toetoek.

Ia juga menyoroti dampak penyakit kronis yang dapat berkembang menjadi berbagai gangguan kesehatan lainnya apabila tidak dikendalikan.

Pengalaman selama bertugas di RSUD Taman Husada Bontang, kata Toetoek, menunjukkan bagaimana kebutuhan terhadap layanan penyakit kronis terus berkembang. Salah satunya terlihat dari pelayanan hemodialisis yang telah dibuka sejak 2012.

Pada 2014, jumlah pasien reguler yang menjalani layanan tersebut tercatat sekitar 60 orang. Seiring waktu, kebutuhan pelayanan terus meningkat hingga berkembang menjadi pelayanan dua shift dalam 24 jam.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan tidak dapat dilakukan hanya ketika penyakit sudah muncul.

“Kalau berbicara diabetes melitus, gaya hidup yang salah seperti konsumsi gula berlebih dan kurang aktivitas fisik merupakan faktor yang harus kita cegah. Karena itu, kebiasaan sehat perlu dibangun sejak usia muda,” tegasnya.

Toetoek pun mengajak para pelajar memanfaatkan edukasi yang diberikan melalui GEMA SEHAT sebagai momentum untuk mulai mengevaluasi kebiasaan sehari-hari.

Ia menilai upaya membangun masyarakat sehat membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemerintah, perusahaan, sekolah, keluarga dan masyarakat harus berjalan bersama agar edukasi kesehatan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Perusahaan, sekolah, keluarga dan masyarakat memiliki peran masing-masing. Dengan kolaborasi yang kuat, kita berharap generasi muda Bontang dapat tumbuh menjadi generasi yang sehat dan produktif,” pungkasnya.

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *