Bontang Lemperfair 2026 Resmi Dibuka, Padukan Wisata, Budaya, dan Penguatan UMKM

Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Bontang, Anwar Sadat (ist)
Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Bontang, Anwar Sadat (ist)
banner 468x60

Bontang – Suasana Lembah Permai Adventure Park, Bontang Barat, dipenuhi semarak lampion dan atraksi budaya saat Bontang Lemperfair 2026 resmi dibuka, Jumat (31/7/2026) malam. Festival tahunan yang mengangkat nuansa Pecinan itu kembali menjadi magnet hiburan masyarakat sekaligus ruang promosi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Pembukaan festival dilakukan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Bontang, Anwar Sadat, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang. Turut mendampingi, Owner sekaligus penggagas Lemperfair, Sony Lesmana.

Dalam sambutannya, Anwar Sadat menilai Lemperfair telah berkembang menjadi salah satu agenda tahunan yang tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap perputaran ekonomi daerah.

Menurutnya, keberadaan festival seperti Lemperfair membuka peluang lebih luas bagi pelaku UMKM untuk memperkenalkan produk unggulan mereka kepada masyarakat dan wisatawan yang datang berkunjung.

“Kami memberikan apresiasi kepada seluruh panitia dan pihak yang telah berkolaborasi menyelenggarakan Lemperfair 2026. Festival ini bukan hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan ekonomi melalui keterlibatan UMKM lokal,” ujarnya.

Ia berharap kegiatan tersebut terus berkembang sebagai destinasi wisata unggulan Kota Bontang sekaligus mampu meningkatkan kunjungan masyarakat ke berbagai sektor ekonomi kreatif.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penabuhan genderang barongsai oleh Anwar Sadat bersama Sony Lesmana. Suara tabuhan kemudian disambut penampilan atraktif Lion Dance Samarinda yang memukau ratusan pengunjung yang memadati area festival.

Sementara itu, Sony Lesmana mengatakan penyelenggaraan Lemperfair tahun ini dikemas lebih meriah dengan menghadirkan beragam hiburan bernuansa budaya Tionghoa yang dipadukan dengan konsep wisata keluarga.

Ia menjelaskan, selain pertunjukan musik dan atraksi barongsai, pengunjung juga dapat menikmati kawasan festival yang dipenuhi dekorasi lampion, aneka kuliner, wahana permainan, hingga berbagai spot foto yang dirancang menarik.

“Kami ingin masyarakat tidak hanya datang untuk menikmati hiburan, tetapi juga ikut mendukung UMKM lokal. Karena sejak awal Lemperfair memang kami hadirkan untuk membantu menggerakkan ekonomi masyarakat,” kata Sony.

Panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize yang dibagikan setiap hari selama festival berlangsung. Pada malam penutupan nanti, pengunjung berkesempatan mengikuti pengundian grand prize sebagai puncak rangkaian acara.

Untuk memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat, harga tiket masuk ditetapkan relatif terjangkau, yakni Rp5.000 pada hari Minggu hingga Kamis dan Rp10.000 pada Jumat hingga Sabtu. Sementara anak berusia di bawah lima tahun dapat menikmati seluruh rangkaian festival tanpa dikenakan biaya masuk.

Melalui perpaduan hiburan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan UMKM, Bontang Lemperfair 2026 diharapkan kembali menjadi salah satu ikon festival Kota Bontang yang mampu menarik minat masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif di daerah. (Adv)

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *