Bontang — Upaya menciptakan lingkungan pengasuhan anak yang aman dan berkualitas terus diperkuat di Kota Bontang. PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) memberikan pelatihan peningkatan kapasitas bagi pengasuh Tempat Penitipan Anak (TPA) se-Kota Bontang.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 4–5 September 2026, tersebut diikuti 55 peserta dari 17 TPA. Pelatihan ini menjadi bagian dari dukungan Pupuk Kaltim terhadap program Taman Asuh Sayang Anak (TAMASYA), sekaligus memperkuat kompetensi pengasuh dalam memberikan layanan yang sesuai dengan kebutuhan tumbuh kembang anak.
VP TJSL Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan peningkatan kapasitas pengasuh merupakan salah satu langkah perusahaan untuk mendorong terciptanya lingkungan pengasuhan yang aman, nyaman, dan berkualitas.
“Pupuk Kaltim memandang anak merupakan bagian penting dari masa depan bangsa. Untuk itu, pemenuhan hak dan perlindungan anak harus menjadi perhatian bersama. Salah satu upayanya kami laksanakan melalui pelatihan ini,” ujar Rezha.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi dari empat narasumber yang berasal dari Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, AHA! Montessori Bontang, Puskesmas Bontang Barat, serta DP3AKB Kota Bontang.
Materi yang diberikan mencakup kebijakan serta pencatatan dan pelaporan TAMASYA, manajemen emosi anak, komunikasi efektif tanpa bentakan, pertolongan pertama pada kondisi kegawatdaruratan, hingga layanan rujukan TAMASYA.
Rezha berharap materi yang diberikan tidak berhenti pada peningkatan pengetahuan, tetapi dapat diterapkan dalam aktivitas pengasuhan sehari-hari.
“Bekal pelatihan ini kami harap dapat diterapkan dalam aktivitas pengasuhan sehari-hari, sehingga kualitas layanan TPA semakin baik dan mampu memberikan lingkungan yang mendukung perkembangan anak,” katanya.
Selain pelatihan, Pupuk Kaltim juga melakukan penandatanganan komitmen bersama Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur terkait sinergi pelaksanaan program TAMASYA di lingkungan perusahaan.
Kolaborasi tersebut dinilai penting karena keberadaan layanan pengasuhan yang berkualitas turut membantu orang tua menjalankan aktivitas pekerjaan dengan lebih tenang, sementara anak tetap memperoleh perhatian, pendampingan, dan stimulasi sesuai tahap perkembangannya.
Pupuk Kaltim juga mendorong keterlibatan keluarga dalam proses pengasuhan. Perusahaan menilai TPA dan keluarga perlu saling melengkapi dalam mendukung tumbuh kembang anak.
“Kami percaya, ketika seluruh pihak bergerak bersama, lingkungan yang ramah anak bukan hanya sekadar konsep, tapi mampu diwujudkan melalui langkah-langkah nyata,” tambah Rezha.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Provinsi Kalimantan Timur, Sunarto, menyambut positif kolaborasi tersebut. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu kekuatan penting dalam mendukung keberhasilan program TAMASYA.
“Kolaborasi seperti ini sangat penting karena pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kita butuh dukungan dunia usaha dan seluruh stakeholders untuk memastikan program pengasuhan berjalan dengan baik,” ungkap Sunarto.
Ia menambahkan, pengasuhan memiliki posisi strategis dalam pembangunan sumber daya manusia. Anak yang memperoleh pengasuhan yang baik sejak usia dini memiliki dasar yang lebih kuat untuk tumbuh dan berkembang secara optimal.
Sunarto juga mengapresiasi pelatihan yang melibatkan pengasuh dan tenaga pendidik dari 17 TPA se-Kota Bontang. Menurutnya, kompetensi pengasuh menjadi salah satu aspek penting dalam memastikan kualitas layanan pengasuhan dan pemenuhan hak anak.
Ia menekankan perlunya kesamaan pemahaman antara pengasuh, orang tua, pemerintah, dan pengelola TPA. Pengasuhan berkualitas, kata dia, perlu dibangun melalui lingkungan yang konsisten agar nilai-nilai positif yang diterapkan di TPA dapat diperkuat di lingkungan keluarga.
“Maka dari itu, kompetensi, pemahaman dan kemampuan dalam menerapkan pola pengasuhan yang tepat perlu terus ditingkatkan. Kami harap bekal pelatihan ini dapat diterapkan dalam pengasuhan sehari-hari,” tutup Sunarto.








