Samarinda-Sangat penting peran generasi muda dalam transisi Kaltim menuju kemandirian pasca tambang. Kaltim tidak boleh lagi hanya bergantung pada sumber daya alam yang tidak terbarukan, tetapi harus berani membangun kekuatan baru melalui kreativitas dan inovasi anak muda.
Hal itu disampaikan Imam Achmad, anak muda yang kini tengah naik daun dan menjadi salah seorang calon ketua DPD KNPI Kaltim.
“Kaltim hari ini berada di titik krusial. Masa depan tidak boleh lagi dibangun dengan pola lama yang rapuh. Generasi muda harus berani menggali jalan baru: jalan kreatif. Jika tambang meninggalkan lubang, maka kreativitas akan meninggalkan panggung,” ujar Imam, Sabtu (13/9/2025).
Ia menjelaskan, sejak dekade 1970-an, Kaltim menjadi jantung energi Indonesia melalui minyak, gas, dan batubara. Namun, ketergantungan yang terlalu besar pada sektor ekstraktif melahirkan kerentanan ekonomi dan sosial.
“BPS mencatat pada 2022, sektor tambang menyumbang 46,41% PDRB Kaltim. Itu berarti nyawa ekonomi kita masih bertumpu pada sesuatu yang rapuh, tergantung fluktuasi harga global,” tegasnya.
Imam menilai saat ini sudah waktunya menegakkan visi baru: Kaltim Emas, bukan lagi emas hitam batubara, melainkan emas kreatif dari ide dan gagasan manusia. Ia menyebut ada tiga tonggak utama dalam visi tersebut. Pertama, menjadikan ekonomi kreatif sebagai pilar utama transisi pasca tambang. Kedua, menempatkan pemuda sebagai aktor utama perubahan. Ketiga, membangun daya saing global agar produk lokal Kaltim menembus pasar internasional.
“Generasi muda Kaltim tidak boleh hanya mewarisi lubang tambang, tetapi harus mewariskan panggung kreativitas. Kreativitas tidak tunduk pada fluktuasi harga komoditas global, melainkan tumbuh dari ide, seni, dan inovasi,” tandasnya.
Lebih lanjut, Imam mendorong perubahan paradigma CSR perusahaan tambang agar tidak hanya berupa bantuan sesaat, melainkan investasi sosial jangka panjang. Menurutnya, CSR harus diarahkan untuk pembangunan inkubator kreatif, beasiswa seni dan teknologi, pelatihan wirausaha, hingga transformasi lubang tambang menjadi ruang festival seni.
“Pemerintah daerah, perguruan tinggi, perusahaan, dan komunitas pemuda harus membangun ekosistem kolaborasi. Tanpa itu, cita-cita Kaltim Emas hanya akan menjadi jargon,” tegasnya.
Imam optimistis, dengan strategi yang terukur dan semangat kolaborasi, Kaltim bisa menjadi pusat ekonomi kreatif Kalimantan bahkan Asia Tenggara. “Saya percaya, dengan ide, inovasi, dan keberanian, generasi muda bisa menjadi motor perubahan. Masa depan emas kita bukan lagi emas hitam dari perut bumi, tapi emas kreatif dari gagasan manusia,” pungkasnya.
Seperti diketahui, di Musda KNPI mendatang terdapat dua calon yang akan masuk bursa yakni Imam Achmad dan Andrie Afrizal.











