Legislator Sahib Dorong Sinergi Semua Pihak, Sebut Kondisi Keuangan Bontang Sedang Tidak Baik-Baik Saja

banner 468x60

Bontang – Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menghadapi tantangan ekonomi yang sedang dihadapi Kota Bontang. Menurutnya, kondisi fiskal daerah saat ini sedang tidak baik-baik saja sehingga dibutuhkan sinergi antara pemerintah, DPRD, media, hingga masyarakat agar berbagai persoalan dapat diatasi secara bersama.

Pernyataan tersebut disampaikan Sahib saat diwawancara awak media usai rapat kerja Komisi C DPRD Kota Bontang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang dalam pembahasan program kegiatan tahun 2026. Kepada wartawan, ia menyoroti dampak ketidakstabilan keuangan daerah terhadap sejumlah program pembangunan yang terpaksa tertunda.

Menurut Sahib, situasi saat ini harus menjadi perhatian serius seluruh pihak. Ia bahkan secara terbuka meminta insan pers ikut terlibat aktif memberikan kritik, masukan, maupun gagasan melalui pemberitaan demi mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

“Nah, saya juga minta kepada teman-teman wartawan, kalau ada ide-ide silakan disampaikan di media. Pemerintah harus begini, DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, red) harus begini. Karena memang sekarang semua masyarakat Bontang harus ikut bekerja,” sebut Sahib tidak lama ini.

Politisi Partai NasDem itu menilai, media memiliki peran penting sebagai penyampai aspirasi masyarakat sekaligus kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan. Karena itu, ia meminta pemerintah tidak lagi memandang kritik dari media sebagai sesuatu yang negatif. Menurutnya, kritik yang disampaikan justru dapat menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kebijakan dan pelayanan publik ke depan.

“Jangan lagi wartawan dianggap musuh. Jangan alergi terhadap kritik ataupun tulisan wartawan. Saya yakin apa yang ditulis itu memang terjadi di lapangan dan itu menjadi cambuk untuk perbaikan,” tegas Sahib.

Ia mengungkapkan, kondisi ekonomi daerah saat ini membutuhkan kerja keras semua pihak. Pasalnya, banyak program pembangunan yang sebelumnya telah direncanakan dan dibahas dalam forum resmi akhirnya harus ditunda akibat kondisi keuangan daerah yang belum stabil.

“Sekarang kita tidak bisa lagi berpangku tangan. Banyak proyek yang sudah direncanakan dan diparipurnakan akhirnya batal atau ditunda karena kondisi keuangan kita tidak stabil,” paparnya.

Sahib menjelaskan, ketidakstabilan fiskal daerah dipengaruhi banyak faktor, termasuk berkurangnya transfer dana dari pemerintah pusat serta menurunnya kemampuan daerah dalam menopang program pembangunan secara mandiri. Karena itu, ia menilai pemerintah daerah harus lebih aktif dan kreatif mencari solusi agar kondisi tersebut tidak semakin berdampak terhadap perekonomian masyarakat.

Tak hanya itu, Sahib juga meminta Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang lebih intens melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat. Menurutnya, daerah tidak bisa hanya menunggu bantuan atau kebijakan dari pusat tanpa melakukan upaya jemput bola.

Ia menegaskan, pemerintah daerah harus berani turun langsung ke kementerian maupun lembaga pusat untuk memperjuangkan kepentingan daerah, terutama dalam mencari dukungan program dan anggaran pembangunan.

“Wali kota dan wakil wali kota harus kerja keras. Jangan hanya tinggal di Bontang. Harus datang ke pusat, datang ke kementerian, jemput bola. Kalau tidak, kita bisa bahaya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Sahib mengingatkan bahwa kondisi ekonomi yang terus melemah dapat berdampak langsung terhadap aktivitas masyarakat. Ia khawatir apabila situasi ini terus berlarut-larut, maka daya beli masyarakat akan menurun dan roda perekonomian daerah menjadi semakin lesu.

“Saya takut kalau ini terus berlarut-larut, nanti ada penjual tapi tidak ada pembeli. Atau ada pembeli tapi tidak ada barang. Kenapa? Karena tidak ada uang yang berputar,” ucapnya.

Karena itu, ia kembali menegaskan pentingnya inovasi dan kreativitas seluruh pihak dalam menghadapi tantangan ekonomi saat ini. Menurutnya, pemerintah daerah harus mampu melahirkan berbagai terobosan baru agar Bontang tetap memiliki kekuatan ekonomi di tengah kondisi fiskal yang penuh tekanan.

“Sekarang semua harus kreatif dan inovatif. Tidak bisa lagi bekerja biasa-biasa saja kalau ingin kondisi daerah tetap stabil,” pungkasnya. (Adv/DPRD Bontang).

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *