Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus memperkuat kapasitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai penggerak ekonomi daerah. Komitmen tersebut diwujudkan melalui dukungan terhadap penyelenggaraan Gema UMK Workshop Manajemen Keuangan PPUMK hasil kolaborasi PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT) dan BRI Cabang Bontang yang secara resmi dibuka Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, di Gedung Koperasi Karyawan PKT, Senin (3/8). Kegiatan ini diikuti 48 pelaku Usaha Mikro Kecil (UMK) dari berbagai sektor usaha di Kota Bontang.
Dalam sambutannya, Agus Haris menegaskan bahwa penguatan tata kelola keuangan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberlanjutan dan daya saing sebuah usaha. Menurutnya, banyak UMKM memiliki produk berkualitas, namun belum mampu berkembang optimal karena lemahnya pengelolaan keuangan.
“Manajemen keuangan bukan sekadar mencatat pemasukan dan pengeluaran. Pelaku UMKM harus mampu mengelola arus kas, memisahkan keuangan pribadi dengan usaha, merencanakan investasi, hingga membangun rekam jejak keuangan yang sehat. Dengan tata kelola yang baik, peluang memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan formal akan semakin terbuka,” ujar Agus Haris.
Ia menambahkan, di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, peningkatan literasi keuangan menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Pelaku UMKM dituntut tidak hanya cakap mengelola usaha, tetapi juga memiliki pemahaman yang baik terhadap berbagai risiko keuangan, mulai dari investasi ilegal, pinjaman online yang tidak bertanggung jawab, hingga pentingnya menjaga riwayat kredit.
Menurut Agus Haris, workshop tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan Pemerintah Kota Bontang dalam meningkatkan literasi keuangan masyarakat melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD). Program ini diharapkan mampu menciptakan UMKM yang semakin profesional, adaptif, dan tangguh menghadapi tantangan ekonomi.
“Kami ingin UMKM Bontang tidak hanya bertahan, tetapi mampu naik kelas. Kuncinya adalah terus meningkatkan kompetensi, memanfaatkan setiap pelatihan sebagai investasi pengetahuan, serta berani beradaptasi dengan perkembangan zaman dan teknologi,” tegasnya.
Lebih lanjut, Agus Haris menegaskan bahwa penguatan UMKM merupakan bagian penting dalam mewujudkan visi Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra Ibu Kota Nusantara (IKN). Menurutnya, transformasi ekonomi yang inklusif hanya dapat tercapai apabila pelaku UMKM memiliki kapasitas usaha yang semakin baik, didukung tata kelola keuangan yang sehat serta akses pembiayaan yang luas.
Ia juga mengapresiasi sinergi yang dibangun PT Pupuk Kalimantan Timur bersama BRI Cabang Bontang dalam mendampingi pelaku UMKM. Kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan sektor perbankan dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat ekosistem ekonomi kerakyatan di Kota Bontang.
“Saya berharap kolaborasi seperti ini terus diperkuat. Semakin banyak pihak yang terlibat dalam pemberdayaan UMKM, semakin besar pula peluang pelaku usaha kita untuk berkembang, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.
Mengakhiri sambutannya, Agus Haris mengajak seluruh peserta mengikuti workshop dengan serius serta memanfaatkan kesempatan berdiskusi dengan para narasumber. Ia berharap seluruh materi yang diperoleh dapat langsung diterapkan dalam pengelolaan usaha sehingga UMKM Bontang semakin sehat, profesional, dan memiliki daya saing yang tinggi.
Kehadiran Wakil Wali Kota disambut SVP Tata Kelola dan Manajemen Resiko PKT, Sutrisna, beserta jajaran manajemen. Turut hadir Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan Kota Bontang, Eko Arisandi; Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata, Eko Mashudi; Sekretaris Dinas Komunikasi dan Informatika, M. Rudyanur; serta Pemimpin BRI Cabang Bontang, Ermana S. Irawan, beserta jajaran. (Adv)








