Bontang – Penguatan kapasitas pelaku usaha menjadi salah satu langkah PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kota Bontang.
Melalui Program Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK), Pupuk Kaltim bersama BRI Cabang Bontang memberikan pembekalan manajemen keuangan kepada 50 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) binaan.
Kegiatan yang berlangsung di Gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Senin (3/8/2026), tersebut merupakan bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi mitra Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).
Program ini tidak hanya diarahkan untuk memperkuat akses permodalan, tetapi juga membangun kemampuan pelaku usaha dalam mengelola bisnis secara lebih tertata dan profesional.
Kepala Satuan Pengawasan Intern (SPI) Pupuk Kaltim, Sutrisna, mengatakan kemampuan mengelola usaha menjadi faktor penting dalam menentukan keberlanjutan sebuah bisnis.
“Keberhasilan usaha tidak hanya ditentukan besarnya modal yang dimiliki, tapi juga kemampuan dalam mengelola usaha secara profesional. Maka Pupuk Kaltim terus menghadirkan berbagai program pembinaan dalam meningkatkan kompetensi mitra binaan,” ujar Sutrisna.
Ia menjelaskan, GEMA UMK dikembangkan sebagai bagian dari upaya Pupuk Kaltim membangun ekosistem pembinaan yang lebih komprehensif.
Pelaku UMK tidak hanya diberikan akses pendanaan, tetapi juga mendapatkan penguatan dalam aspek manajerial, literasi bisnis, pemanfaatan pembiayaan secara produktif, hingga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Dengan pembinaan tersebut, Pupuk Kaltim berharap para mitra binaan dapat meningkatkan kualitas tata kelola usaha dan memperluas skala bisnis secara berkelanjutan.
“Harapan kami mitra binaan mampu berkembang menjadi usaha yang lebih profesional, serta memiliki tata kelola usaha yang baik agar berkontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya.
Sinergi dengan Perbankan
Penguatan kapasitas UMK juga dilakukan melalui sinergi dengan sektor perbankan. BRI Cabang Bontang turut memberikan dukungan dalam membuka peluang akses pembiayaan bagi pelaku usaha.
Branch Office Head BRI Cabang Bontang, Ermana S Irawan, menjelaskan kerja sama dengan Pupuk Kaltim dilakukan melalui mekanisme referral.
Dalam skema tersebut, Pupuk Kaltim merekomendasikan calon mitra binaan kepada BRI. Selanjutnya, proses analisis hingga keputusan pembiayaan menjadi kewenangan pihak perbankan.
Ermana mengatakan mekanisme tersebut diperlukan untuk memastikan pembiayaan diberikan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha.
“Kami harap hal ini dapat dipahami seluruh mitra binaan, agar akses pembiayaan usaha bisa dilakukan dengan tepat sasaran dalam mendorong pertumbuhan pelaku usaha dengan lebih merata,” tutur Ermana.
Pemkot Dorong Kolaborasi
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyambut positif program pembinaan yang dilakukan Pupuk Kaltim bersama BRI.
Menurutnya, peningkatan daya saing UMK membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Kolaborasi pemerintah, perusahaan, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya menjadi bagian penting dalam menciptakan ekosistem usaha yang mampu berkembang secara berkelanjutan.
Agus juga mendorong pelaku usaha memanfaatkan berbagai program pelatihan dan pendampingan untuk meningkatkan kapasitas diri.
Ia berharap sinergi yang telah terbangun dapat terus diperluas sehingga semakin banyak pelaku usaha kecil di Bontang memperoleh kesempatan untuk mendapatkan pembinaan sekaligus akses pembiayaan.
“Kami harap sinergi yang telah terbangun antara Pemkot Bontang, Pupuk Kaltim dan BRI dapat terus diperkuat, agar semakin banyak pelaku usaha kecil yang memperoleh pendampingan, akses pembiayaan, serta kesempatan mengembangkan usahanya,” ucap Agus Haris.
Pendampingan Dinilai Membantu
Manfaat program tersebut turut dirasakan langsung oleh pelaku usaha binaan. Muliani, salah satu mitra Pupuk Kaltim, mengatakan Program PUMK memberikan dukungan terhadap pengembangan usahanya.
Selain akses permodalan, ia menilai pendampingan yang diberikan Pupuk Kaltim membantu dirinya memahami pengelolaan usaha dengan lebih baik.
“Pendampingan Pupuk Kaltim selama ini sangat membantu kami dalam mengelola usaha, sehingga bisa terus tumbuh dan berkembang dengan lebih baik. Manfaat ini sangat kami rasakan selaku binaan,” kata Muliani.
Pupuk Kaltim memastikan program pemberdayaan bagi pelaku UMK akan terus dikembangkan, khususnya dalam peningkatan kapasitas manajerial. Upaya tersebut diharapkan melahirkan lebih banyak usaha mikro dan kecil yang mampu bertahan, berkembang, dan meningkatkan daya saing di tengah perubahan dunia usaha.








