Pupuk Kaltim Bekali UMKM Bontang Keterampilan Ecoprint, Dorong Produk Ramah Lingkungan Berdaya Saing

Pembukaan Pelatihan Eco-Fashion dan Kriya berbasis Ecoprint
Pembukaan Pelatihan Eco-Fashion dan Kriya berbasis Ecoprint
banner 468x60

Bontang – Upaya meningkatkan daya saing usaha mikro kecil (UMK) terus dilakukan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Melalui program Gerakan Mandiri Usaha Mikro Kecil (GEMA UMK), perusahaan menggelar Pelatihan Eco-Fashion dan Kriya berbasis Ecoprint bagi 30 pelaku usaha binaan di Kota Bontang, pada 20–22 Juli 2026.

Pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teknik membuat motif ecoprint menggunakan bahan-bahan alami seperti daun, bunga, dan kayu. Para peserta juga dibekali strategi meningkatkan kualitas produk, membangun identitas merek, hingga memperluas pemasaran agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Vice President Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pupuk Kaltim, Rezha Abdillah, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memperkuat kapasitas pelaku usaha agar mampu berkembang secara mandiri dan berkelanjutan.

“Dengan pelatihan ini, Pupuk Kaltim terus berupaya menghadirkan program pemberdayaan yang mampu meningkatkan kapasitas para pelaku usaha agar semakin mandiri, inovatif, serta memiliki daya saing kuat,” kata Rezha saat membuka kegiatan di Kantor Pusat Pupuk Kaltim.

Menurutnya, ecoprint dipilih karena memiliki prospek yang menjanjikan di tengah meningkatnya minat masyarakat terhadap produk yang ramah lingkungan. Selain menawarkan nilai seni yang khas, produk ecoprint juga memiliki nilai ekonomi yang tinggi.

“Melalui pelatihan ini kami ingin peserta memahami ecoprint bukan sekadar teknik menghias kain, tapi peluang yang memiliki prospek sangat baik. Produk yang dihasilkan memiliki identitas, nilai seni, sekaligus membawa pesan tentang kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Rezha menambahkan, sejak 2024 Pupuk Kaltim mulai memberikan perhatian khusus terhadap pengembangan produk kreatif berbasis ecoprint sebagai salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat. Melalui program ini, perusahaan berharap semakin banyak UMK yang mampu menghasilkan produk inovatif berbasis potensi lokal dengan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan.

“Ecoprint bukan sekadar teknik membuat motif pada kain, tapi juga mencerminkan bagaimana kreativitas dapat berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Inilah sasaran yang ingin kami capai, sehingga pelaku usaha binaan turut jadi penggerak pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Bontang,” tuturnya.

Pelatihan tersebut mendapat apresiasi dari Pemerintah Kota Bontang. Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Perindustrian dan Perdagangan (DKUMPP) Kota Bontang, Eko Arisandi, menilai kolaborasi antara dunia usaha dan pemerintah menjadi kunci dalam memperkuat sektor UMKM.

Ia mengatakan, tantangan pelaku usaha saat ini bukan hanya menghasilkan produk yang baik, tetapi juga mampu memperluas pasar hingga ke luar daerah.

“Kami terus berupaya agar produk lokal tidak hanya dipasarkan di Kota Bontang, tapi juga mampu menembus pasar luar daerah bahkan internasional. Harapan ini kami harap bisa dicapai dengan pelatihan ini,” ucap Eko.

Menurutnya, penerapan konsep ekonomi sirkular melalui pemanfaatan bahan baku alami juga menjadi langkah penting untuk menciptakan produk yang memiliki nilai tambah sekaligus mendukung kelestarian lingkungan.

“Makanya kami menyambut positif pelatihan Pupuk Kaltim ini, sebagai bentuk sinergi dengan pemerintah dalam membangun ketahanan ekonomi dan keberlanjutan di Kota Bontang,” tambahnya.

Salah seorang peserta, Wiji Rahayu, mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang sangat bermanfaat bagi pengembangan usahanya. Selain memahami teknik ecoprint secara lebih mendalam, ia juga memperoleh wawasan mengenai inovasi produk dan strategi pemasaran.

“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi kami dalam memahami teknik ecoprint dengan lebih baik. Termasuk wawasan tentang strategi pengembangan produk dan pemasaran agar usaha bisa terus berkembang,” katanya.

Wiji berharap program serupa dapat terus berlanjut karena menjadi ruang belajar sekaligus wadah berbagi pengalaman antar pelaku UMKM di Bontang.

“Terima kasih kepada Pupuk Kaltim yang terus mendampingi pelaku usaha kecil di Kota Bontang. Ilmu selama pelatihan bisa kami terapkan untuk menghasilkan produk yang lebih kreatif dan ramah lingkungan untuk menjangkau pasar di luar Bontang,” tutupnya.

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *