Bontang – Sekretaris Komisi C DPRD Kota Bontang, Joni Alla’ Padang, menegaskan masa depan pembangunan Kota Bontang tidak hanya ditentukan oleh megahnya infrastruktur, tetapi juga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang dibentuk melalui dunia pendidikan.
Pernyataan ini disampaikannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD Kota Bontang bersama Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Bontang. Kegiatan tersebut berlangsung di Sekretariat DPRD Kota Bontang, Selasa (12/5/2026).
Dalam forum itu, Joni mengaku hadir bukan semata sebagai anggota DPRD, melainkan sebagai bagian dari masyarakat yang meyakini peran guru sangat menentukan arah perkembangan Kota Bontang di masa mendatang.
“Saya berada di sini bukan hanya berbicara sebagai anggota dewan, tetapi sebagai masyarakat yang betul-betul merasakan dan meyakini bahwa arah pembangunan dan masa depan Kota Bontang ada di tangan bapak ibu guru sekalian,” ucapnya.
Joni menilai tantangan dunia pendidikan ke depan akan semakin kompleks. Menurutnya, perkembangan teknologi yang sangat cepat, termasuk hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), akan menjadi tantangan besar bagi dunia pendidikan dalam membentuk karakter generasi muda.
“Kita sekarang bicara soal AI (Artificial Intelligence, red), ke depan mungkin bicara quantum, kemudian bagaimana karakter anak-anak dan kondisi psikis mereka. Belum lagi persoalan literasi yang semakin menurun,” jelas legislator Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) tersebut.
Menurutnya, kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama oleh dunia pendidikan, khususnya para guru yang berada di garis depan pembentukan karakter dan kualitas intelektual anak-anak.
Meski demikian, ia optimistis para guru di Kota Bontang mampu menghadapi tantangan tersebut. Ia meyakini kualitas generasi masa depan Kota Bontang sangat bergantung pada peran tenaga pendidik saat ini.
“Saya meyakini semua itu ada di tangan bapak ibu guru,” tegasnya.
Dalam kapasitas sebagai anggota DPRD, politisi Fraksi PDI-P itu memastikan lembaga legislatif akan terus berupaya mendukung dunia pendidikan melalui kewenangan yang dimiliki, khususnya dalam pembahasan anggaran daerah. Ia mengatakan berbagai kebutuhan guru dan sekolah yang disampaikan dalam forum silaturahmi bersama PGRI akan menjadi perhatian DPRD dalam proses penyusunan kebijakan ke depan.
“Lewat kewenangan kami, salah satunya melalui anggaran, tentu kebutuhan-kebutuhan guru dan sekolah akan menjadi perhatian kami,” tambahnya.
Joni menyebutkan pembangunan fisik seperti gedung dan infrastruktur dapat diwujudkan melalui anggaran pemerintah. Namun, pembangunan karakter serta kualitas SDM hanya bisa dilakukan melalui pendidikan yang dijalankan para guru.
“Gedung bisa dibangun lewat anggaran. Tetapi pembangunan sumber daya manusia dan karakter anak-anak kita di masa depan ada di tangan guru,” ungkapnya.
Oleh sebab itu, politisi Bontang Barat itu berharap pertemuan dan silaturahmi antara DPRD dan kalangan guru tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata. Menurutnya, forum tersebut harus menjadi pengingat bagi para wakil rakyat agar terus berkomitmen memperhatikan kesejahteraan guru dan kebutuhan dunia pendidikan di Kota Bontang.
“Silaturahmi ini jangan hanya sebatas seremoni, tetapi menjadi pengingat bagi kami di DPRD (Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, red) untuk terus memperhatikan kesejahteraan guru sebagai tonggak masa depan Kota Bontang,” pungkasnya. (Adv/DPRD Bontang)








