Neni Ajak Semua Pihak Perkuat Perlindungan Anak untuk Cegah Pernikahan Dini

Walikota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG (ist)
Walikota Bontang, dr. Hj. Neni Moerniaeni, Sp.OG
banner 468x60

Bontang – Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan pencegahan pernikahan usia anak dan kehamilan remaja membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan hanya melalui kebijakan pemerintah, tetapi harus dimulai dari lingkungan keluarga hingga masyarakat.

Hal itu disampaikan Neni saat ditemui usai menghadiri kegiatan di Bontang, Sabtu (25/7/2026). Ia menekankan bahwa setiap kasus pernikahan anak merupakan persoalan serius yang berdampak terhadap masa depan generasi muda.

“Ini merupakan masalah moral dan menjadi tanggung jawab kita semua. Jangan melihat besar atau kecil angkanya, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah agar kasus seperti ini tidak terjadi,” ujarnya.

Neni mengatakan Pemerintah Kota Bontang tetap berkomitmen menjalankan berbagai program perlindungan anak dan penguatan ketahanan keluarga meski dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Menurutnya, berbagai program tersebut diarahkan untuk meminimalkan risiko pernikahan usia dini, kehamilan di luar nikah, serta persoalan sosial yang melibatkan anak.

Ia menyebut Gerakan Keluarga Sakinah dan berbagai program yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat fungsi keluarga sebagai benteng utama perlindungan anak.

“Dengan anggaran yang terbatas, seluruh program tetap berjalan. Gerakan Keluarga Sakinah berjalan, program DP3AKB juga berjalan. Semua diarahkan untuk menekan pernikahan usia dini, kehamilan di luar nikah, dan persoalan sosial yang berkaitan dengan anak,” katanya.

Menurut Neni, keberhasilan menekan angka pernikahan usia anak tidak hanya bergantung pada intervensi pemerintah. Orang tua memiliki peran paling penting dalam membangun komunikasi, memberikan pengawasan, dan mendampingi tumbuh kembang anak agar terhindar dari berbagai risiko sosial.

Selain keluarga, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat, hingga dunia usaha juga dinilai memiliki tanggung jawab bersama dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung perkembangan anak.

“Orang tua harus lebih meningkatkan perhatian terhadap anak-anaknya. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tetapi tugas kita semua,” tegasnya.

Neni mengingatkan bahwa rendahnya jumlah kasus secara statistik tidak boleh membuat masyarakat lengah. Baginya, setiap kasus yang terjadi tetap harus menjadi perhatian bersama karena menyangkut masa depan anak dan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang.

“Kalau ditarik secara statistik mungkin kecil, tetapi ini bukan soal statistik. Ini masalah moral yang harus kita selesaikan bersama demi masa depan anak-anak Bontang,” pungkasnya. (Adv)

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *