Lewat TMMD, Wali Kota Bontang Perkuat Infrastruktur dan Sosial Menuju Mitra IKN

banner 468x60

Bontang – Semangat kemanunggalan antara pemerintah, TNI, dan masyarakat terus diperkuat dalam mendukung visi besar Kota Bontang sebagai daerah mitra strategis Ibu Kota Nusantara (IKN). Dengan mengusung cita-cita menjadi kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan, berbagai langkah percepatan pembangunan terus dilakukan.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan hingga April 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang secara konsisten melakukan pembenahan di berbagai sektor. Fokus utama diarahkan pada penguatan infrastruktur sekaligus perlindungan sosial melalui program “Menata Bontang” yang terus digencarkan.

“Semangat kemanunggalan ini sejalan dengan visi besar daera Kota Taman yakni terwujudnya Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan sebagai daerah mitra IKN (Ibu Kota Nusantara, red),” tegas Neni.

Ia menyebutkan, sejumlah proyek strategis pun tengah berjalan, di antaranya pembangunan drainase dan perencanaan polder sebagai upaya pengendalian banjir yang kerap mengancam saat curah hujan tinggi. Langkah ini diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih aman, nyaman, dan terbebas dari genangan.

Upaya tersebut berjalan selaras dengan pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) yang menjadi salah satu motor percepatan pembangunan di tingkat wilayah. Melalui program ini, pembangunan fisik dipadukan dengan kegiatan nonfisik yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Tak hanya fokus pada infrastruktur, sebagai kepala daerah, ia juga terus menunjukkan komitmennya dalam memberikan perlindungan sosial, khususnya bagi pekerja rentan. Selain itu, bantuan sosial rutin terus disalurkan kepada warga yang membutuhkan sebagai bagian dari upaya pemerataan kesejahteraan.

“Kita ingin memastikan bahwa kemajuan kota ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok kampung,” ujar Wali Kota Bontang.

Untuk mendukung pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), Pemkot mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,7 miliar. Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan pembangunan, baik fisik maupun nonfisik.

Pada sektor fisik, pembangunan meliputi pembuatan badan jalan sepanjang 292 meter dengan lebar empat meter, penimbunan tanah uruk sepanjang 453 meter, serta semenisasi jalan dengan ukuran yang sama. Infrastruktur ini diharapkan mampu meningkatkan aksesibilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, program ini juga mencakup rehabilitasi rumah tidak layak huni (RTLH) sebanyak empat unit yang tersebar di Kelurahan Lok Tuan dan Guntung. Perbaikan sarana ibadah turut dilakukan, termasuk pengecatan Masjid Al Ansor di Bontang Lestari.

Tak berhenti di situ, TMMD juga menghadirkan pembangunan lima titik sumur bor dan lima unit fasilitas MCK umum guna meningkatkan kualitas sanitasi warga. Sementara dari sisi nonfisik, masyarakat mendapatkan penyuluhan kesehatan gratis serta penguatan wawasan kebangsaan.

“Yang terpenting adalah bagaimana pembangunan bisa berjalan cepat,” tutupnya. (*Adv).

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *