Bontang – Tren kebakaran di Kota Bontang menunjukkan penurunan signifikan sepanjang tahun 2025. Berdasarkan data pemerintah, jumlah kejadian kebakaran turun drastis hingga 50 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika pada 2024 tercatat sebanyak 112 kasus, maka pada 2025 angka tersebut menyusut menjadi 56 kejadian. Capaian ini disampaikan Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, saat memimpin upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-107 Pemadam Kebakaran (Damkar), ke-76 Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), dan ke-64 Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas), Rabu (22/4/2026).
“Berdasarkan data yang ada, penanganan kebakaran di Kota Bontang menunjukkan capaian yang sangat baik,” ujar Agus Haris.
Ia mengungkapkan rasa syukur atas penurunan tersebut, yang dinilai sebagai hasil nyata dari kerja keras dan kolaborasi seluruh pihak. Mulai dari petugas lapangan hingga partisipasi masyarakat.
“Capaian ini patut disyukuri sebagai hasil kerja keras dan sinergi semua pihak,” akunya.
Meski demikian, ia mengingatkan kondisi ini tidak boleh membuat semua pihak lengah. Ia menyebut masih ada sejumlah wilayah dengan tingkat kejadian kebakaran yang relatif tinggi, seperti Berebas Pantai, Bontang Kuala, dan Lok Tuan.
Wilayah-wilayah tersebut, kata dia, menjadi perhatian serius pemerintah untuk terus meningkatkan langkah pencegahan, kesiapsiagaan, serta respons cepat dalam penanganan kebakaran. Menurutnya, peran Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) sangat vital sebagai garda terdepan dalam menghadapi situasi darurat.
“Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan, red) hadir sebagai garda terdepan dalam situasi darurat. Sementara Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berperan menjaga ketertiban umum dan menegakkan peraturan daerah (Perda, red),” jelasnya.
Kecepatan dan ketepatan respons menjadi faktor utama dalam meminimalkan dampak kebakaran. Di sisi lain, Satpol PP memiliki peran penting dalam menjaga ketertiban umum sekaligus menegakkan peraturan daerah, sementara Satlinmas menjadi kekuatan pendukung di tengah masyarakat dalam upaya perlindungan dan kesiapsiagaan.
Ketiga unsur tersebut dinilai saling melengkapi dalam menciptakan lingkungan yang aman dan tertib bagi warga. Dengan tren penurunan yang positif ini, orang nomor dua di Kota Taman itu berharap kesadaran masyarakat terhadap pencegahan kebakaran terus meningkat, sehingga angka kejadian dapat ditekan lebih jauh di masa mendatang.
“Ini menjadi perhatian kita bersama untuk terus meningkatkan upaya pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons yang lebih cepat dan efektif,” pungkasnya.
Sebagai informasi, upacara tersebut dimulai pukul 07.30 WITA, bertempat di halaman parkir Kantor Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP), Jalan Awang Long, Bontang Utara. (*Adv).








