Bontang – Pemerintah Kota Bontang terus mematangkan rencana pembukaan jalur transportasi laut yang menghubungkan Bontang dengan Mamuju. Program ini dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah sekaligus menekan ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Rencana tersebut bahkan mulai menarik perhatian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang menunjukkan minat untuk terlibat dalam pengembangannya. Hal ini terungkap usai pertemuan antara Pemkot Bontang dan pihak BUMN beberapa waktu lalu.
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengungkapkan pihak BUMN merespons positif rencana tersebut dan membuka peluang kerja sama. Bahkan, setelah pertemuan berlangsung, perwakilan BUMN langsung melakukan peninjauan ke pelabuhan di Bontang.
“Prinsipnya mereka sangat tertarik dan siap menjajaki kerja sama. Hasil kajian yang kami susun saat ini sedang mereka pelajari lebih lanjut,” ungkap Agus Haris belum lama ini.
Lebih lanjut, ia menjelaskan, pembukaan jalur laut ini dilatarbelakangi oleh tingginya ketergantungan Bontang terhadap pasokan bahan pokok dari luar daerah. Saat ini, sekitar 90 persen kebutuhan pokok masih didatangkan dari Pulau Jawa dan sebagian wilayah Sulawesi.
“Kondisi ini membuat kita perlu mencari alternatif jalur distribusi yang lebih efisien dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain faktor logistik, aspek sosial juga menjadi pertimbangan penting. Menurutnya, banyak masyarakat dari Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah yang tinggal dan bekerja di Bontang. Kehadiran jalur laut ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas mereka, khususnya saat pulang ke kampung halaman.
“Banyak warga perantau yang membutuhkan akses transportasi yang lebih mudah dan terjangkau. Ini juga menjadi alasan kuat kenapa jalur ini penting,” sebut orang nomor dua di Kota Taman itu.
Pemkot Bontang, kata dia, sebelumnya juga telah mengkaji rute lain, termasuk jalur menuju Surabaya. Namun, berdasarkan kajian Kementerian Perhubungan, rute tersebut membutuhkan skema subsidi dengan nilai yang cukup besar, mencapai puluhan miliar rupiah.
Namun sebaliknya, jalur Bontang–Mamuju dinilai lebih potensial karena didukung arus perdagangan dan distribusi logistik yang aktif antarwilayah di Sulawesi. Hal ini membuat rute tersebut lebih ekonomis dan berpeluang untuk dikembangkan tanpa ketergantungan besar pada subsidi.
Dengan berbagai pertimbangan tersebut, pemerintah daerah optimistis rencana pembukaan jalur laut ini dapat segera direalisasikan. Selain memperkuat konektivitas, langkah ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap ini menjadi solusi jangka panjang, baik untuk distribusi logistik maupun kebutuhan mobilitas masyarakat,” pungkasnya. (*Adv).









