Pemkot Optimistis Jalur Laut Bontang–Mamuju Diyakini Jadi Simpul Logistik Baru

banner 468x60

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang semakin serius mendorong pembukaan jalur transportasi laut Bontang–Mamuju sebagai solusi strategis penguatan logistik dan konektivitas wilayah. Rute ini diyakini tidak hanya mempermudah mobilitas masyarakat, tetapi juga membuka jalur distribusi baru yang lebih efisien.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menilai posisi geografis Bontang sangat potensial menjadi simpul pergerakan antarwilayah, khususnya bagi kawasan pesisir seperti Muara Badak, Marangkayu, hingga wilayah Kutai Timur dan Berau yang diproyeksikan akan terhubung melalui jalur ini.

Menurutnya, selama ini masyarakat dari wilayah Sulawesi Tengah seperti Palu harus menempuh perjalanan jauh ke Balikpapan untuk mengakses transportasi laut. Kehadiran jalur Bontang–Mamuju dinilai mampu memangkas waktu tempuh secara signifikan.

“Kalau lewat Bontang, aksesnya jauh lebih dekat dan efisien. Ini yang menjadi salah satu pertimbangan utama dalam pengembangan rute ini,” sebut Agus Haris kepada awak media tidak lama ini.

Ia menilai, pemerintah daerah juga mengacu pada kajian yang telah dilakukan Kementerian Perhubungan. Hasil kajian tersebut menunjukkan bahwa rute ini memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan, baik dari sisi logistik maupun mobilitas penumpang.

Politikus Partai Gerindra ini menyebut, konsep pengembangan ini juga mengarah pada terbentuknya konektivitas kawasan yang ia istilahkan sebagai “Segitiga Mas”, yakni Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tengah. Kawasan ini dinilai memiliki potensi besar dalam mendukung arus perdagangan dan distribusi barang.

“Dengan konektivitas yang baik, perputaran logistik dari wilayah Sulawesi ke Bontang akan semakin lancar. Ini akan berdampak langsung pada stabilitas pasokan kebutuhan pokok,” paparnya.

Selain itu, kebutuhan tersebut semakin meningkat seiring program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) yang membutuhkan suplai bahan pangan dalam jumlah besar. Apalagi, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bontang terus bertambah, sehingga pasokan seperti beras, daging, dan sayur menjadi kebutuhan utama.

Sulawesi, khususnya Sulawesi Selatan, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil beras terbesar, sehingga dinilai sangat strategis sebagai mitra pasokan bagi Bontang. Lebih dari itu, pengembangan jalur laut ini juga menjadi bagian dari upaya diversifikasi ekonomi daerah.

Pemerintah juga, sebut orang nomor dua di Kota Taman ini ingin mengurangi ketergantungan pada sektor migas dengan mendorong sektor lain seperti logistik, perdagangan, dan pariwisata. Dengan sinergi antara pemerintah dan berbagai pihak, ia optimistis jalur ini dapat segera terealisasi

“Pembangunan harus terus bergerak. Kita (Pemerintah Kota Bontang, red) ingin Bontang mandiri dan siap menghadapi era pasca migas,” tutupnya. (*Adv).

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *