Bontang – Pembangunan di Kota Bontang bukan hanya pada sektor pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur, tetapi juga menyangkut persoalan ekonomi. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang mendorong peningkatan ekonomi di kota ini melalui program “Gerakan Ekonomi Bontang”.
Melalui kebijakan tersebut, diharapkan nilai investasi di daerah dapat meningkat. Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya meningkatkan nilai investasi dengan cara memperkuat kepercayaan para investor.
Predikat Kota Bontang sebagai kota industri dan jasa bukan sekadar sebutan. Bontang juga dikenal dengan sebutan kota ramah investasi karena kemudahan mendapatkan perizinan, tanpa mengabaikan prosedur dalam penerbitan izin.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyampaikan bahwa program gerakan ekonomi Bontang menunjukkan pencapaian yang baik. Neni menyebutkan, pada tahun ini besaran investasi mencapai Rp821 miliar yang membuktikan kepercayaan investor terus meningkat terhadap Kota Bontang.
“Realisasi investasi mencapai Rp821 miliar yang mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor terhadap daerah Bontang,” sebut Neni Moerniaeni, Sabtu (28/3/2026) malam.
Lebih lanjut, Neni menjelaskan kehadiran investasi di Kota Bontang akan membuka lapangan pekerjaan. Dengan begitu, upaya pemerintah menurunkan angka pengangguran di wilayah ini dapat terwujud.
Meski begitu, untuk mempersiapkan para pencari kerja (pencaker) harus dibekali dengan keterampilan dan kemampuan sesuai bidang pekerjaan yang diinginkan. Untuk itu, pemerintah mengadakan pelatihan kerja berbasis kompetensi sehingga meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal.
“Kami (Pemerintah Kota Bontang, red) terus mendorong pelatihan kerja, penyerahan tenaga kerja lokal,
Selain itu, tak hanya pekerjaan di bidang konstruksi, pemerintah juga membuka ruang bagi pelaku usaha ekonomi kreatif. Salah satunya, melalui kegiatan “Creative Night Market” dengan melibatkan 120 tenant Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai ruang tumbuh ekonomi masyarakat.
“Termasuk penguatan ekonomi kreatif. Menyediakan ruang tumbuh ekonomi masyarakat,” pungkasnya.
Diketahui, berdasarkan data yang dirilis
Badan Pusat Statistik Kota Bontang, jumlah pengangguran terbuka di Kota Bontang per Agustus 2025 mengalami penurunan jika di bandingkan pada Agustus 2024. Rinciannya, sebanyak 6.303 orang, dengan tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 6,36 persen. (*Adv)









