Air Mati Sepekan di Pasar Tamrin, Wawali Bontang Akui Krisis Air Bersih

banner 468x60

Bontang – Keluhan pedagang di Pasar Taman Rawa Indah (Tamrin) terkait tidak mengalirnya air selama sepekan mendapat respons dari Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris. Menanggapi kondisi tersebut, ia mengakui, kondisi tersebut tidak lepas dari krisis pasokan air bersih yang tengah dialami Kota Bontang.

Menurut Agus Haris, salah satu penyebab utama terganggunya distribusi air adalah menurunnya ketersediaan air bawah tanah. Kondisi ini membuat suplai air ke pelanggan, termasuk di kawasan pasar, tidak dapat berjalan normal seperti biasanya.

“Memang kita tidak bisa menutupi, Bontang saat ini mengalami kekurangan air bawah tanah,” ujarnya kepada wartawan saat ditemui, Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, dampak dari keterbatasan sumber air tersebut membuat Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) harus menerapkan sistem distribusi bergilir atau buka-tutup aliran. Kebijakan ini dilakukan agar pasokan air tetap dapat dibagi secara merata ke seluruh wilayah, meskipun dalam kondisi terbatas.

Selain faktor krisis air, Agus Haris juga menyebut kemungkinan adanya proses teknis seperti pembersihan sumur yang turut memengaruhi kelancaran distribusi air di lapangan. “Kemungkinan juga ada pembersihan sumur, sehingga aliran air sempat terhenti lebih lama,” sambung pria yang kerap disapa AH itu.

Menindaklanjuti laporan para pedagang, Agus Haris mengaku telah berkoordinasi langsung dengan pihak PDAM untuk segera mengalirkan kembali air ke Pasar Tamrin. Ia memastikan pemerintah akan berupaya cepat menangani persoalan tersebut agar aktivitas perdagangan tidak terganggu berkepanjangan.

“Saya sudah sampaikan ke Direktur PDAM untuk segera mengalirkan air ke sana,” tegasnya.

Ke depan, pemerintah juga tengah menyiapkan langkah jangka menengah dan panjang untuk mengatasi krisis air bersih di Bontang. Salah satunya penyiapan waduk di Kanaan, Bontang Barat sebagai wadah tampung air bersih serta menjajaki pemanfaatan sumber air dari Sungai Mahakam di Samarinda sebagai alternatif pasokan.

“Sembari jangka panjangnya juga kita siapkan waduk Kanaan. Akan dilakukan secara bertahap,” tukasnya.

Selain itu, opsi pemanfaatan air bekas tambang (void) juga menjadi salah satu solusi yang sedang dipertimbangkan untuk menambah ketersediaan air baku di masa mendatang. Langkah-langkah ini dinilai penting mengingat kebutuhan air bersih di Kota Bontang terus meningkat, sementara ketersediaan sumber air alami semakin terbatas.

Pemerintah pun berkomitmen untuk mencari solusi berkelanjutan agar krisis serupa tidak terus berulang. Dengan berbagai upaya yang tengah dilakukan, Pemkot Bontang berharap distribusi air bersih dapat kembali normal dan kebutuhan masyarakat, khususnya para pedagang di Pasar Tamrin, dapat segera terpenuhi.

“Untuk jangka panjang, kita juga sudah melakukan MoU (Memorandum of Understanding, red) dengan Pemkot (Pemerintah Kota, red) Samarinda terkait recana pemanfaatan air Sungai Mahakam,” pungkasnya. (*Adv).

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *