Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung program strategis nasional di daerah. Tak hanya fokus pada ketahanan pangan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM), pemerintah juga menaruh perhatian besar pada sektor kesehatan, khususnya pemenuhan gizi masyarakat.
Pemkot Bontang menyadari bahwa kualitas SDM tidak hanya ditentukan oleh akses pendidikan, tetapi juga dipengaruhi oleh kondisi kesehatan, termasuk kecukupan gizi sejak usia dini. Karena itu, berbagai program kesehatan terus diperkuat guna memastikan masyarakat mendapatkan layanan yang optimal.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyampaikan bahwa salah satu capaian signifikan adalah keberhasilan Kota Bontang dalam meraih Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100 persen. Artinya, seluruh masyarakat telah memiliki akses terhadap jaminan layanan kesehatan.
“Pemkot (Pemerintah Kota, red) Bontang telah berhasil mencapai Universal Health Coverage (UHC) sebesar 100 persen,” ungkap Neni beberapa waktu lalu.
Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan layanan kesehatan yang merata, berkualitas, dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Selain itu, Pemkot Bontang juga berperan aktif dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai upaya peningkatan kualitas gizi, khususnya bagi anak-anak.
“Ini menunjukkan bahwa seluruh masyarakat Kota Bontang telah memiliki akses terhadap jaminan pelayanan kesehatan,” sambung orang nomor satu di Kota Taman itu.
Program ini menjadi langkah strategis dalam mencegah berbagai permasalahan gizi yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah. Pada tahun 2025, sebanyak 16 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah beroperasi dan tersebar di tiga kecamatan di Kota Bontang.
Keberadaan fasilitas ini menjadi ujung tombak dalam memastikan distribusi makanan bergizi berjalan efektif dan tepat sasaran.
Diberitakan sebelumnya, Pemerintah baru saja meresmikan SPPG ke-19 di wilayah Bontang Lestari, Kecamatan Bontang, Selatan, pada Senin (30/3/2026) pagi. Penambahan jumlah SPPG ini sebagai komitmen Pemerintah dalam menghadirkan pemenuhan gizi secara merata bagi seluruh target sasaran.
Pemerintah juga telah mengoordinasikan pelaksanaan program MBG kepada para siswa sebagai bagian dari upaya meningkatkan status gizi sekaligus mendukung tumbuh kembang generasi muda yang lebih sehat dan produktif. Melalui berbagai langkah tersebut, Pemkot Bontang menegaskan komitmennya dalam membangun SDM unggul yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sehat secara fisik.
“Sungguh program yang sangat bagus. Oleh karena itu harus berjalan secara optimal,” sebut Neni.
Neni mengingatkan kepada seluruh SPPG yang beroperasi di wilayah Kota Bontang agar memperhatikan kualitas makanan yang disajikan. Ia menekankan SPPG tidak sekadar memasak, melainkan harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.
“kualitas gizi harus diperhatikan, tidak sekadar menghadirkan makanan bagi anak-anak,” tegas Neni.
Sinergi antara sektor kesehatan dan pendidikan diyakini menjadi fondasi penting dalam mewujudkan masa depan daerah yang lebih maju dan berdaya saing. (*Adv).









