Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memaparkan arah kebijakan serta capaian program Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang selama satu tahun masa jabatannya. Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan “Mujahadah Rubu’ussanah Wahidiyah dan Doa Bersama” di Gedung YPW, Jalan KS Tubun, Bontang Utara, belum lama ini.
Agus Haris menyampaikan bahwa sejak menerima amanah dari masyarakat, pemerintah terus berupaya menghadirkan program yang berdampak langsung terhadap kesejahteraan warga. Salah satu capaian yang disoroti adalah pertumbuhan ekonomi Kota Bontang yang menunjukkan tren positif.
Pada tahun 2025, ekonomi Bontang tumbuh sebesar 3,21 persen, setelah sebelumnya mengalami kontraksi.“Ini menandakan bahwa perekonomian kita mulai pulih dan bergerak ke arah yang lebih stabil,” ungkapnya.
Dari sisi kesejahteraan, angka kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 3,21 persen. Menurutnya, hal tersebut menjadi indikator bahwa program sosial dan ekonomi yang dijalankan mulai memberikan hasil nyata bagi masyarakat. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang tercatat cukup tinggi, yakni mencapai 83,4.
Ia menyebut, angka ini mencerminkan peningkatan kualitas hidup masyarakat, baik dari aspek pendidikan, kesehatan, maupun daya beli. Lebih lanjut, kata dia, penurunan juga terjadi pada tingkat pengangguran yang kini berada di angka 6,36 persen, turun dari sebelumnya 7,6 persen. Kondisi ini menunjukkan semakin terbukanya peluang kerja bagi masyarakat.
“Ini menandakan bahwa semakin terbukanya peluang kerja bagi masyarakat Kota Bontang,” ucap pria yang akrab disapa AH.
Lebih jauh, AH juga memaparkan berbagai program unggulan yang telah dijalankan pemerintah. Di sektor pendidikan, Pemkot memberikan bantuan perlengkapan sekolah kepada puluhan ribu siswa, termasuk distribusi laptop dan tablet.
Sementara itu, di bidang kesehatan dan sosial, program seperti Gercep Zero Kemiskinan, Zero Stunting, serta layanan kesehatan gratis terus digencarkan. Sementara di sektor infrastruktur, pemerintah fokus pada penyediaan air bersih, perbaikan rumah tidak layak huni, pemasangan penerangan jalan, serta pengendalian banjir melalui perbaikan drainase dan normalisasi sungai.
Penguatan ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian, melalui peningkatan kapasitas pelaku UMKM (Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah), sektor perikanan, serta program pembiayaan seperti Kredit Bontang Kreatif tanpa bunga.
Meski demikian, orang nomor dua di Kota Taman ini menegaskan seluruh capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan masyarakat, termasuk doa dari berbagai elemen, seperti jamaah Wahidiyah.
“Kami menyadari, keberhasilan ini tidak lepas dari peran serta masyarakat. Karena itu, kami mengajak seluruh elemen untuk terus menjaga persatuan dan bersama-sama mendorong kemajuan Kota Bontang,” pungkasnya. (*Adv).








