Soroti “Trio Tantangan Kaltim”, Ahmad Aznem Gaungkan Manifesto “IPM Memanggil” di Musywil IPM Kaltim

banner 468x60

Sangatta – Ketua Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) Kalimantan Timur yang juga Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan, dan Pertanian (DKP3) Kota Bontang, Ahmad Aznem mengajak kader IPM untuk mengambil peran strategis dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan Kalimantan Timur di tengah hadirnya Ibu Kota Nusantara (IKN).

Pesan tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber dalam Talkshow Musyawarah Wilayah (Musywil) IPM Kalimantan Timur yang berlangsung di Sangatta, Kutai Timur, Jumat (12/6/2026).

Dalam pemaparannya, Ahmad Aznem menegaskan bahwa Kalimantan Timur saat ini sedang menghadapi tiga persoalan besar yang saling berkaitan, yang ia sebut sebagai “Trio Tantangan Kaltim”.

“Hari ini kita dihadapkan pada tiga rapor merah yang butuh jawaban instan dan presisi. Pertama, krisis ekologis akibat residu ekonomi ekstraktif masa lalu. Kedua, krisis sosial berupa angka pengangguran terbuka yang masih menganga, sebuah paradoks di tengah bumi Kaltim yang kaya raya. Dan ketiga, akselerasi human capital guna mengejar laju masif Ibu Kota Nusantara (IKN),” tegas Ahmad Aznem di hadapan peserta Musywil.

Menurutnya, pembangunan IKN merupakan peluang besar bagi masyarakat Kalimantan Timur. Namun, peluang tersebut hanya dapat dimanfaatkan apabila kualitas sumber daya manusia lokal mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.

“Geliat IKN adalah dinamika kemajuan yang luar biasa pesat. Namun ingat, jika kita lambat merespons, atau jika kualitas kita mengalami mismatch dengan kebutuhan zaman, maka niscaya kita hanya akan menjadi penonton di tanah sendiri. Lebih buruk lagi, jika kita memilih untuk diam dan tidak bergerak, kita hanya akan berakhir sebagai pelengkap penderita di tengah gemuruh kemajuan peradaban baru tersebut,” ujarnya yang disambut tepuk tangan peserta.

Meski demikian, Aznem optimistis keluarga besar IPM memiliki kapasitas untuk menjawab tantangan tersebut. Ia menilai jaringan kader dan alumni IPM yang kini tersebar di berbagai sektor strategis, mulai dari birokrasi, politik hingga dunia usaha, merupakan modal penting untuk mendorong kemajuan daerah.

Pada kesempatan itu, Aznem juga mendeklarasikan sebuah manifesto gerakan yang diberi nama “IPM Memanggil”. Manifesto tersebut diharapkan menjadi pemantik semangat bagi seluruh kader dan alumni untuk berkontribusi lebih besar bagi umat, persyarikatan, dan bangsa.

“Manifesto ‘IPM Memanggil’ ini bukan sekadar jargon kosong. Ini adalah panggilan kesadaran bagi pengurus aktif, kader militan di sekolah, hingga para alumni untuk bergerak serentak. Kita memiliki tradisi berpikir kritis yang sudah khatam. Saatnya IPM memimpin arus perubahan di wilayah keumatan, persyarikatan, dan kebangsaan, bukan justru hanyut terbawa arus,” katanya.

Tokoh yang dikenal dekat dengan kalangan muda itu berharap Musywil IPM Kalimantan Timur 2026 mampu melahirkan gagasan besar serta kepemimpinan baru yang dapat menjawab kebutuhan zaman dan mendukung pembangunan Nusantara.

“Selamat ber-Musyawarah Wilayah. Nuun wal qalami wa maa yasthuruun. Pena kita adalah senjata, gagasan kita adalah arah bangsa,” pungkasnya.

Musywil IPM Kalimantan Timur yang digelar di Sangatta menjadi momentum konsolidasi kader dan alumni untuk memperkuat peran pelajar Muhammadiyah dalam menghadapi tantangan daerah sekaligus menyongsong masa depan Kalimantan Timur sebagai beranda Ibu Kota Nusantara.

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *