Bontang – Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, memberikan imbauan kepada warga yang hendak melaksanakan mudik saat libur Lebaran Idulfitri 2026 mendatang. Ia berpesan kepada seluruh masyarakat agar menjaga keselamatan selama perjalanan.
Menurut dia, pemudik yang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, agar memeriksa kondisi kendaraan sebelum bepergian. Selain itu, ia juga mengingatkan agar pemudik tetap mematuhi rambu lalu lintas selama berkendara.
“Kalau yang naik motor, betul-betul harus dicek. Kondisi motor jangan sampai remnya rusak. Jaga keselamatan di jalan. Begitu pun juga yang naik roda empat,” ujar Agus Haris, Kamis (12/3/2026).
Ia juga mengingatkan pengendara agar tetap menjaga kewaspadaan. Jika dalam kondisi lelah atau mengantuk, pemudik diminta menepi untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
“Tetap waspada di jalan, karena faktor keselamatan yang paling utama saat melakukan perjalanan mudik,” sebut pria yang akrab disapa AH itu.
Lebih lanjut, politisi Partai Gerindra tersebut meminta warga memastikan rumah dalam keadaan aman sebelum ditinggalkan. “Kepada masyarakat yang hendak melaksanakan mudik, agar sebelum rumah ditinggalkan benar-benar diperiksa dengan baik,” katanya.
Sementara itu, bagi warga yang menggunakan transportasi laut untuk pulang kampung, ia mengimbau agar tetap menjaga barang bawaan. Hal ini untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan selama perjalanan, sebab kejahatan bisa terjadi bukan hanya karena niat, tetapi juga karena adanya kesempatan.
“Jaga barang-barangnya. Karena kondisi kita tidak tahu. Bisa saja awalnya tidak ada niat jahat, tetapi ketika melihat peluang, itu bisa saja terjadi,” pungkasnya.
Untuk memastikan pelayanan dan pengamanan maksimal kepada warga Pemkot Bontang bersama Polri, TNI, Dishub serta Satpol PP menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Mahakam 2026. Dalam agenda tersebut Polres Bontang melalukan pengecekan terhadap kesiapan petugas.
Diketahui, Polres Bontang mengerahkan sebanyak 441 personil gabungan. Sekitar 319 anggota berasal dari polisi, sementara 122 lainnya dari unsur lintas instansi seperti TNI, Dishub dan Satpol PP Kota Bontang. (*Adv).









