Pos Damkar Akan Dibangun di Bontang Kuala, Komisi C DPRD Beri Dukungan

banner 468x60

Bontang – Rencana pembangunan pos Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) di kawasan Bontang Kuala mendapat perhatian serius dari DPRD Kota Bontang. Infrastruktur yang akan dibangun di wilayah pesisir itu tidak hanya difungsikan sebagai pos pelayanan kebakaran dan penyelamatan, tetapi juga dirancang menjadi kawasan rekreasi dan edukasi bagi masyarakat.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Kota Bontang, Amiluddin, mengungkapkan pihaknya memiliki konsep pengembangan kawasan Bontang Kuala yang lebih menarik dan ramah wisata. Menurutnya, keberadaan pos Damkar nantinya diharapkan mampu menjadi pemicu lahirnya ruang publik baru di kawasan laut tersebut.

“Saya pernah mempresentasikan bagaimana pos kawasan Bontang Kuala itu bisa dijadikan sumber rekreasi masyarakat. Konsepnya seperti pelampung-pelampung warna-warni di bantaran sungai yang pernah saya lihat di Palembang,” ungkap Amiluddin saat rapat kerja bersama Komisi C DPRD Kota Bontang, Senin (11/5/2026).

Ia menjelaskan, konsep tersebut tidak hanya sekadar mempercantik kawasan pesisir, tetapi juga dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai ruang aktivitas dan hiburan keluarga. Bahkan, ia membayangkan nantinya kawasan tersebut dapat dikembangkan menjadi lokasi olahraga hingga tempat bersantai warga.

“Mudah-mudahan dengan adanya posko kami ini, sedikit demi sedikit bisa dilakukan pengembangan. Mungkin orang bisa futsal atau aktivitas lainnya di sana. Kalau kita tidak mulai berpikir ke arah itu, ya kondisinya akan begitu-begitu terus,” katanya.

Amiluddin menuturkan pembangunan pos Damkar di Bontang Kuala saat ini sudah memasuki tahap persiapan akhir. Seluruh spesifikasi teknis dan administrasi proyek disebut telah ditindaklanjuti, termasuk koordinasi dengan pihak ketiga yang akan mengerjakan pembangunan.

“Insyaallah dalam waktu tidak lama lagi sudah mulai dikerjakan. Semua spek dan persiapannya sudah kami tindak lanjuti. Saya juga sudah bertemu pihak ketiga dan mereka sudah siap,” jelasnya.

Lokasi pembangunan pos Damkar tersebut berada di RT 20 Bontang Kuala, tidak jauh dari kawasan Kafe Kapal yang cukup dikenal masyarakat. Menurut Amiluddin, lokasi itu dipilih karena memiliki akses strategis menuju kawasan laut sehingga memudahkan penanganan kebakaran maupun penyelamatan di wilayah pesisir.

“Kami sudah melakukan kunjungan lokasi bersama lurah, Babinkamtibmas, dan Babinsa. Jadi semuanya sudah clear,” akunya.

Ia juga berharap pemerintah daerah dapat menjaga kawasan sekitar agar tidak ada lagi pembangunan baru yang berpotensi menghalangi pandangan masyarakat ke arah laut. Menurutnya, konsep ruang terbuka menjadi bagian penting dalam pengembangan kawasan tersebut.

“Kami juga sudah meminta supaya jangan ada lagi pembangunan yang menghalangi area itu. Jadi masyarakat benar-benar bisa menikmati pandangan ke laut dengan leluasa,” katanya.

Rencana tersebut mendapat apresiasi dari Anggota Komisi C DPRD Kota Bontang, Bonnie Sukardi. Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai Disdamkartan memiliki semangat besar dalam mengembangkan pelayanan publik sekaligus membuka peluang peningkatan sektor wisata dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Nah seperti tadi, semangatnya mengejar PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) dan membuat tempat di ujung kawasan itu menjadi menarik. Kalau bisa dibuat seperti di Biduk-Biduk, tentu bagus,” sebut Bonnie.

Ia mengatakan DPRD siap mendorong realisasi pengembangan kawasan tersebut, khususnya anggota dewan yang berasal dari daerah pemilihan Bontang Kuala dan wilayah utara.

“Kalau ini kita sama-sama dorong, insyaallah bisa terealisasi. Teman-teman dewan dari wilayah utara tinggal sounding supaya program ini bisa dikerjakan,” terangnya.

Selain mendukung pembangunan kawasan rekreasi, Bonnie juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas penanganan kebakaran di kawasan laut. Ia meminta Disdamkartan kembali menganggarkan sarana pendukung seperti pompa air dan peralatan darurat lainnya untuk mempercepat penanganan jika terjadi kebakaran.

Menurutnya, kawasan permukiman di atas laut memiliki risiko kebakaran cukup tinggi sehingga kesiapan alat dan infrastruktur menjadi hal yang sangat penting.

“Kalau bisa diadakan lagi peralatan penanganan cepat seperti pompa dan lainnya. Walaupun tingkat keamanannya memang agak riskan karena bahannya kuningan, tapi tetap harus dianggarkan. Kita tidak tahu kapan kebakaran bisa terjadi,” tutupnya. (Adv/DPRD Bontang)

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *