Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat kinerja unsur pendukung pemerintahan sepanjang 2025. Peran strategis ini dijalankan oleh dua perangkat daerah, yakni Sekretariat Daerah (Setda) dan Sekretariat Dewan (Setwan) DPRD Kota Bontang.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menyebutkan bahwa sepanjang tahun berjalan, unsur pendukung pemerintahan diimplementasikan melalui lima program dan 36 kegiatan dengan total pagu anggaran mencapai Rp292,797 miliar. Dari jumlah tersebut, realisasi anggaran tercatat sebesar Rp268,886 miliar atau sekitar 92,63 persen, dengan rata-rata tingkat capaian kinerja mencapai 100 persen.
“Dan rata-rata tingkat realisasi kinerja unsur pendukung pemerintahan mencapai 100 persen,” sebut Neni beberapa waktu lalu.
Lanjut, Neni menambahkan, capaian tersebut menunjukkan optimalnya fungsi pendukung dalam memastikan jalannya roda pemerintahan sekaligus mendukung pelayanan kepada masyarakat secara efektif. Tak hanya berfokus pada administrasi pemerintahan, sejumlah program yang dijalankan juga menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.
“Pada tahun 2025, pemerintah daerah telah melaksanakan pelbagai progam yang secara langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” tambahnya.
Sebagai indikator keberhasilan, Salah satunya program yang dilaksanakan adalah program kesehatan mental (mental health) yang melibatkan empat perguruan tinggi di Bontang sebagai bentuk kepedulian terhadap isu psikologis di tengah masyarakat. Pemkot Bontang juga merealisasikan bantuan mobil jenazah/ambulans untuk menunjang pelayanan sosial, serta menyalurkan bantuan beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) kepada 1.269 mahasiswa di Kota Taman.
“Pemberian bantuan beasiswa Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang telah direalisasikan kepada 1.269 mahasiswa di Bontang,” ujar orang nomor satu di Kota Taman itu.
Sementara, di sektor infrastruktur dasar, pemerintah memperluas jaringan gas (jargas) gratis bagi masyarakat. Program ini telah menjangkau 14 kelurahan dengan tambahan 10.553 sambungan rumah baru, sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan sekaligus efisiensi energi rumah tangga.
“Pemerintah juga mendorong pemenuhan kebutuhan jaringan gas gratis bagi masyarakat melalu program gas Bontang sudah mencakup 14 kelurahan dan tambahan 10.553 tambahan sambungan rumah jargas,” paparnya.
Selain itu, perhatian juga diberikan kepada para pegiat keagamaan melalui peningkatan insentif bagi 2.174 orang di Kota Bontang. Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bontang menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemerintahan yang tidak hanya efektif secara internal, tetapi juga berdampak nyata bagi masyarakat.
Dengan capaian realisasi anggaran yang tinggi dan kinerja yang optimal, pemerintah daerah optimistis mampu terus meningkatkan kualitas pelayanan publik serta kesejahteraan warga secara berkelanjutan.
“Kemudian kenaikan insentif sebanyak 2.174 pegiat agama,” tutupnya. (*Adv).









