Pemkot Bontang Genjot Program Strategis untuk Dorong Ekonomi Lokal

banner 468x60

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperkuat daya saing ekonomi lokal melalui pelaksanaan urusan pemerintahan pilihan sepanjang 2025. Berbagai program strategis digulirkan untuk mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha, pengembangan sektor perikanan, hingga penguatan pariwisata dan UMKM.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan bahwa salah satu fokus utama adalah peningkatan kapasitas pelaku usaha di sektor perikanan. Pemkot Bontang telah memberikan pelatihan kepada 62 pelaku usaha perikanan, 210 pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, serta 126 nelayan tangkap. Program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat daya saing produk lokal di pasar.

“Melalui peningkatan kapasitas pelaku usaha perikanan kepada 62 pelaku usahan ikan, 210 pelaku usaha pengolahan dan pemasaran hasil perikanan, serta 126 pelaku usaha nelayan tangkap,” ujar Neni tidak lama ini.

Neni menambahkan, pemerintah daerah juga menyalurkan bantuan kepada kelompok nelayan, petani, dan peternak. Tercatat sebanyak 15 kelompok tani dan tujuh kelompok peternak telah menerima dukungan, baik dalam bentuk peningkatan kapasitas produksi, penguatan kelembagaan, maupun keberlanjutan usaha.

Di sektor pariwisata, pengembangan wisata bahari menjadi perhatian. Pemkot melakukan pembangunan dermaga dan fasilitas umum di kawasan Bontang Kuala, serta pengembangan gazebo wisata di Pulau Beras Basah. Langkah ini dinilai strategis untuk menarik kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

“Pengembangan wisata bahari melalui pengembangan objek wisata seperti pembangunan dermaga dan fasilitas umum di Bontang Kuala, pengembangan gazebo wisata pantai Beras Basah,” tambahnya.

Sementara itu, sektor UMKM juga didorong melalui berbagai kegiatan, seperti festival UMKM serta pelatihan pengembangan produk lokal. Di antaranya pelatihan kerajinan tas berbahan kain perca, teknik ecoprint, hingga pemanfaatan limbah industri menjadi produk bernilai ekonomi.

“Sejumlah festival event Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM, red) di Kota Bontang,” akunya.

Seluruh program tersebut merupakan bagian dari implementasi urusan pemerintahan pilihan yang dijalankan melalui 21 program dan 33 kegiatan. Pendanaannya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang dengan total pagu anggaran sebesar Rp46,599 miliar.

Dari total anggaran tersebut, realisasi mencapai Rp41,645 miliar atau sekitar 92,63 persen. Capaian ini menunjukkan komitmen Pemkot Bontang dalam memastikan program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Melalui berbagai program tersebut, Pemkot Bontang optimistis mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan sektor-sektor unggulan.

“Urusan pemerintahan pilihan diimplementasikan melalui 21 program dan 33 kegiatan dengan pagu anggaran sebesar Rp46,599 miliar dan terealisasi sekitar Rp41,645 miliar atau 92,63 persen,” pungkasnya. (*Adv)

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *