Guidewire Disebut Tertinggal di Jantung Pasien, Dugaan Kelalaian di RSUD AWS Samarinda Disorot

Dugaan kelalaian dalam pelayanan kesehatan mencuat di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Seorang dokter berinisial MF dilaporkan diduga lalai saat menangani pasien bernama Ediyanto Wong.
Dugaan kelalaian dalam pelayanan kesehatan mencuat di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Seorang dokter berinisial MF dilaporkan diduga lalai saat menangani pasien bernama Ediyanto Wong.
banner 468x60

Guidewire Disebut Tertinggal di Jantung Pasien, Dugaan Kelalaian di RSUD AWS Samarinda Disorot

SAMARINDA,– Dugaan kelalaian dalam pelayanan kesehatan mencuat di RSUD Abdoel Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda. Seorang dokter berinisial MF dilaporkan diduga lalai saat menangani pasien bernama Ediyanto Wong.

Kuasa hukum Ediyanto, Jafri Musa, mengatakan dugaan tersebut diketahui setelah pasien menjalani pemeriksaan lanjutan di Mount Elizabeth Novena Hospital, Singapura.

Menurut Jafri, hasil pemeriksaan di rumah sakit tersebut menemukan adanya benda asing berupa guidewire atau kawat yang disebut tertinggal di organ jantung pasien.

“Benda asing berupa guidewire atau kawat putus tertinggal di jantung,” ujar Jafri.

Ia menjelaskan, keberadaan benda tersebut disebut menyebabkan pasien mengalami nyeri pada bagian dada. Bahkan, rasa sakit yang dialami Ediyanto disebut menyerupai nyeri ketika mengalami serangan jantung.

Jafri mengatakan pihak Mount Elizabeth Novena Hospital menyebut benda asing tersebut berkaitan dengan tindakan medis yang dilakukan sebelum pasien dirujuk ke Singapura.

Namun, menurut Jafri, guidewire tersebut tidak dapat dikeluarkan kembali dan disebut akan tertanam secara permanen di dalam tubuh pasien.

“Guidewire tersebut akan tertanam secara permanen,” katanya.

Rekaman Tindakan Medis Dipersoalkan

Selain keberadaan guidewire, Jafri juga mempersoalkan rekaman video tindakan medis yang diberikan dokter MF kepada pihak rumah sakit di Singapura.

Menurut dia, rekaman yang diserahkan dalam bentuk CD tersebut tidak lengkap karena terdapat bagian yang terpotong.

“Ada bagian yang terpotong,” ujar Jafri.

Jafri menilai kondisi tersebut membuat informasi mengenai tindakan medis yang telah dilakukan terhadap pasien tidak dapat diketahui secara utuh.

Sudah 14 Kali Mediasi

Persoalan tersebut kemudian dibahas melalui serangkaian pertemuan dan mediasi antara pihak pasien dengan dokter MF.

Jafri menyebut proses pertemuan dan mediasi telah berlangsung sebanyak 14 kali, sejak 20 April hingga 14 Agustus 2026.

Dalam rangkaian mediasi tersebut, Jafri mengklaim dokter MF mengakui tidak memberikan penjelasan kepada pasien maupun keluarga sebelum dan setelah tindakan medis dilakukan.

Padahal, menurut Jafri, pasien semestinya mendapatkan informasi mengenai diagnosis, indikasi tindakan, tujuan tindakan, risiko dan komplikasi, alternatif tindakan, hingga prognosis.

“Pasien seharusnya mendapatkan penjelasan secara lengkap,” tegasnya.

Jafri juga menyebut dokter MF pernah mengakui adanya kelalaian melalui pesan WhatsApp kepada pasien pada 5 Mei 2026.

Pada hari yang sama, dalam mediasi kedua, dokter MF disebut mengakui tidak membaca rekam medis pasien sebelum melakukan tindakan.

Diduga Langgar Sejumlah Ketentuan

Atas persoalan tersebut, Jafri menduga terdapat pelanggaran terhadap sejumlah ketentuan hukum, termasuk UU Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan dan UU Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran.

Selain itu, pihaknya juga menyoroti ketentuan mengenai persetujuan tindakan kedokteran serta penyelenggaraan rekam medis.

“Ini menjadi dasar kami untuk mempertanyakan pelayanan yang diberikan,” kata Jafri.

Hingga kini, persoalan tersebut masih menjadi perhatian kedua belah pihak dan telah melalui rangkaian pertemuan serta mediasi.

Dugaan guidewire tertinggal di jantung, rekaman tindakan medis yang disebut tidak utuh, serta 14 kali mediasi menjadi bagian dari persoalan pelayanan kesehatan yang masih dipertanyakan pihak pasien di RSUD AWS Samarinda.

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *