Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menegaskan bahwa mewujudkan kota berkelanjutan tidak bisa dilakukan secara sendiri. Dibutuhkan kolaborasi kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat guna menghadirkan pembangunan yang merata dan berkelanjutan. Hal ini disampaikan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni beberapa waktu lalu.
Menurutnya, di tengah keterbatasan fiskal daerah serta ketergantungan pada Transfer ke Daerah (TKD) dari pemerintah pusat, Pemkot Bontang terus mendorong sinergi dengan sektor swasta melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha (TJSLBU).
Neni menilai, bahwa program ini dinilai tidak sekadar sebagai kewajiban hukum perusahaan, tetapi juga bentuk komitmen moral dalam menjaga keseimbangan hubungan antara dunia usaha, masyarakat, dan lingkungan sekitar. Sepanjang tahun 2025, sedikitnya 14 perusahaan tercatat aktif menjalankan program TJSLBU di Kota Bontang.
“Dalam mewujudkan kota yang berkelanjutan, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri. Di tengah keterbatasan fisikal dan tingginya kebutuhan layanan publik, kami terus mendorong sinergi dengan dunia usaha melalui program TJSLBU (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Badan Usaha, red),” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Dalam kesempatan itu juga, Neni menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata yang telah diberikan dalam mendukung pembangunan daerah. Perusahaan tersebut di antaranya PT Badak LNG, PT Pupuk Kalimantan Timur (PKT), PT Indominco Mandiri, PT PAMA Persada, PT Kaltim Parna Industri (KNI), PT Kaltim Industrial Estate (KIE), PT Kaltim Daya Mandiri (KDM), PT Black Bear.
“PT Pertamina Gas Operation Kalimantan Area, PT Bontang Migas dan Energi (BME), PT Energi Unggul Persada (EUP), Bank Indonesia Cabang Bontang, PT United Tractors Tbk Site Bontang, serta Perumda Tirta Taman,” sambungnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan, kontribusi perusahaan tersebut telah memberikan dampak positif, baik dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, pembangunan lingkungan, hingga penguatan ekonomi lokal.
Ia berharap kolaborasi ini terus terjalin dan semakin diperkuat di masa mendatang.
“Pada kesempatan ini, atas nama pemerintah dan masyarakat saya sampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh perusahaan,” sebutnya.
Sinergi antara pemerintah dan dunia usaha diyakini menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan, sekaligus mempercepat terwujudnya kota yang maju dan berdaya saing. Dengan semangat kebersamaan, Bontang optimistis dapat melangkah menuju masa depan yang lebih makmur, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kami berharap kerja sama yang harmonis ini akan terus dijalankan dengan semakin baik di tahun mendatang. Agar kita bersama-sama dapat membangun Kota Bontang yang maju, makmur dan berkelanjutan,” pungkasnya. (*Adv).









