Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan yang merata. Sarana dan prasarana pendidikan yang dirasakan oleh semua elemen masyarakat secara berkeadilan.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, melalui program “Program Pintar, pemerintah ingin memastikan akses pendidikan dapat dinikmati seluruh masyarakat di Kota Bontang. Menurutnya, pendidikan harus bersifat inklusif, bukan eksekutif.
“Kami memastikan akses pendidikan yang inklusif dan berkeadilan,” Ujar Neni.
Pernyataan ini dikemukakan dalam sambutannya, saat menghadiri acara pelantikan sekaligus pengukuhan pengurus DPD Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) Bontang periode 2026-2031, di Pendopo Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Bontang, Jalan Awang Long, Kelurahan Bontang Baru, Kecamatan Bontang Utara, Sabtu (28/3/2026) malam.
Diketahui, program “Bontang Pintar” merupakan salah satu program unggulan Pemkot Bontang yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) selama lima tahun kedepan. Kebijakan ini diselaraskan dengan arah pembangunan yang berkelanjutan.
Dalam merealisasikan cita-cita tersebut, Pemkot Bontang menyediakan seragam gratis bagi pelajar. Pakaian gratis ini diperuntukkan untuk anak-anak, mulai dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD), hingga tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) se Kota Bontang.
Tak hanya seragam sekolah, demi menunjang generasi muda mendapat pendidikan yang layak, pemerintah memberikan beasiswa senilai Rp10 miliar sebagai biaya menempu pendidikan ke perguruan tinggi. Anggaran tersebur digelontorkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Bontang.
“Pada tahun 2026, kami (Pemerintah Kota Bontang, red) menyiapkan beasiswa UKT (Uang Kuliah Tunggal, red) sekitar Rp10 miliar agar anak-anak Bontang tetap dapat melanjutkan pendidikan tinggi,” sebut orang nomor satu di Kota Taman itu.
Lebih lanjut, Neni menjelaskan, komitmen pemerintah dalam mewujudkan pendidikan yang baik, pemerintah akan membangun sekolah rakyat di lahan dengan luas sekitar 8 hektare. Fasilitas pendidikan tersebut akan diperuntukkan bagi masyarakat yang kurang mampu.
Diketahui, program ini merupakan kebijakan pemerintah pusat yang bertujuan memutus rantai kemiskinan, khususnya di Kota Bontang. Melalui program ini, setiap anak anak menerima pendidikan yang berkualitas, tempat tinggal, makan, serta diberikan pelatihan keterampilan.
“Pembangunan sekolah rakyat di lahan sekitar 8 hektare juga sedang kami siapkan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Bontang,” pungkasnya. (*Adv)









