Wawali: Rute Laut Bontang–Mamuju Dipersiapkan, Jalur Baru Distribusi Komoditas Pangan

banner 468x60

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus mematangkan rencana pembukaan rute transportasi laut Bontang–Mamuju yang ditargetkan dapat terealisasi pada tahun 2026. Jalur ini diproyeksikan menjadi penghubung strategis untuk mempermudah mobilisasi masyarakat sekaligus memperlancar distribusi barang kebutuhan pokok.

Rencana tersebut tidak hanya berorientasi pada transportasi penumpang, tetapi juga diarahkan untuk mendukung kelancaran arus logistik, khususnya bahan pokok seperti sembako, hasil pertanian, hingga komoditas lainnya yang selama ini banyak dipasok dari luar daerah.

Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengungkapkan, bahwa selama ini, kebutuhan pangan Kota Bontang masih sangat bergantung pada daerah lain, seperti Surabaya dan sejumlah wilayah di Sulawesi. Kondisi tersebut membuat rantai distribusi menjadi panjang dan berdampak pada harga barang yang relatif lebih tinggi di pasaran.

Dengan hadirnya rute langsung menuju Mamuju, Sulawesi Barat, ketergantungan pada satu jalur distribusi diharapkan dapat dikurangi. Selain itu, jarak tempuh yang lebih dekat diyakini akan menekan biaya operasional pengangkutan barang.

“Kalau jalur ini sudah berjalan, kita tidak lagi bergantung pada satu daerah. Distribusi bisa lebih fleksibel dan biaya juga bisa lebih efisien,” ungkap Agus Haris.

Sebagai informasi, Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, sendiri dikenal sebagai salah satu daerah pemasok berbagai komoditas kebutuhan pokok, seperti pisang, kelapa, dan hasil bumi lainnya yang selama ini banyak masuk ke Bontang. Kedekatan geografis antara kedua wilayah menjadi salah satu alasan kuat dibukanya rute ini.

Selain aspek logistik, rute Bontang–Mamuju juga dinilai akan memberikan kemudahan bagi masyarakat, khususnya warga Sulawesi Barat yang bekerja atau merantau di Bontang. Selama ini, perjalanan menuju kampung halaman harus ditempuh dengan jalur yang cukup panjang dan memakan waktu.

Dengan adanya rute laut langsung, masyarakat tidak perlu lagi melalui kota lain sebagai transit, bahkan harus menggunakan pesawat. Hal ini tentu akan menghemat waktu perjalanan sekaligus memberikan alternatif transportasi yang lebih terjangkau.

“Ini akan sangat membantu mobilitas masyarakat. Aksesnya lebih dekat dan lebih praktis,” tambahnya.

Orang nomor dua di Kota Taman itu, mengaku optimis dengan kehadiran jalur ini akan memberikan dampak ekonomi yang signifikan, baik bagi pelaku usaha maupun masyarakat umum. Selain memperlancar distribusi barang, rute ini juga berpotensi membuka peluang perdagangan antarwilayah yang lebih luas.

Saat ini, proses pemantapan masih terus dilakukan, termasuk kajian teknis, kesiapan pelabuhan, serta penjajakan dengan operator kapal yang akan melayani rute tersebut. Pemerintah berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar sehingga target operasional pada 2026 dapat tercapai.

“Memang juga kalau bicara populasi ya banyak juga di sini. Termasuk aku ini kan. Tidak naik pesawat lagi saya kalau sudah ada,” tutupnya. (*Adv).

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *