Bontang – Wali Kota Neni Moerniaeni menghadiri Perayaan Paskah Badan Kerjasama Antar Gereja (BKAG) Kota Bontang Tahun 2026, Senin (27/4/2026) malam. Puncak peringatan ini digelar di Gereja Toraja Jemaat Kanaan, Kecamatan Bontang Bara
Acara berlangsung dengan penuh sika cita, kebersamaan dalam bingkai cinta kasih kekeluargaan. Sejumlah tokoh umat Kristiani, pengurus Gereja, dan masyarakat dari berbagai kelompok gereja di Kota Bontang turut hadir
Neni menyampaikan rasa bahagia dapat hadir dan melihat langsung sukacita umat Kristiani dalam merayakan Paskah. Ia menilai tema Paskah tahun ini, “Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita”, mengandung makna mendalam tentang pentingnya pembaruan diri serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.
“Saya hadir untuk melihat kebahagiaan umat Kristiani di Kota Bontang. Semoga perayaan Paskah malam ini dapat berjalan dengan tenang dan penuh sukacita,” ungkap Neni.
Menurutnya, momentum Paskah menjadi pengingat untuk membangun kembali harapan, mempererat kepedulian sosial, serta menghadirkan kasih dalam kehidupan sehari-hari. Semangat tersebut juga mengajak masyarakat untuk meninggalkan sikap yang dapat memicu perpecahan dan menggantinya dengan saling menghargai di tengah keberagaman.
Orang nomor satu di Kota Taman itu menegaskan Bontang dibangun di atas fondasi toleransi yang harus terus dijaga bersama. Ia juga menegaskan komitmen Pemerintah Kota Bontang dalam menjaga kehidupan beragama yang harmonis serta memastikan setiap warga dapat beribadah dengan aman dan nyaman.
“Perbedaan bukan untuk memisahkan, melainkan menjadi kekuatan dalam membangun persatuan dan menghadirkan kedamaian,” tegasnya.
Selain itu, Neni juga menegaskan komitmen pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan para penggiat keagamaan di Kota Bontang. Dengan menaikkan insentif diharapkan dapat meringankan beban bagi mereka.
“Saya sebagai Wali Kota Bontang berkomitmen untuk mensejahterakan para penggiat agama, baik pendeta, pastor, biksu, ustaz, ustazah, dan lainnya,” tambahnya.
Lebih lanjut, Neni mengatakan pembangunan daerah tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus memperkuat hubungan sosial dan spiritual masyarakat sebagai fondasi utama. Politisi perempuan Partai Golkar ini memberikan apresiasi kepada BKAG Kota Bontang yang dinilai aktif berperan sebagai mitra strategis pemerintah dalam menjaga kerukunan umat beragama.
“Saya ingin menitipkan, agar pembangunan harus seimbang dengan kecerdasan intelektual, spritual, dan emosional bagi generasi muda mendatang,” tutupnya.
Sebagai informasi, perayaan Paskah ini menghadirkan Pdt. EV. Lukas Budiono Tandadjaya sebagai pembicara utama. Turut hadir Ketua BKAG Pdt. Tobok M. Sitinjak, serta perwakilan organisasi gereja seperti PGI, PGLII, dan GMSHK. (*Adv)









