Pemkot Bontang Alokasikan Rp332 Miliar, Wali Kota: untuk Penanggulangan Banjir

banner 468x60

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya mewujudkan pemerataan pembangunan di seluruh wilayah kota. Melalui program menata Bontang, diharapkan tercipta tata kota yang lebih tertata dan berkualitas.

Program menata Bontang adalah salah satu program unggulan yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025-2029. Kebijakan tersebut sebagai langkah pemerintah dalam merealisasikan identitas kota sebagai Kota Taman yaitu Tertib, Agamis, Mandiri, Aman, dan Nyaman.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan penataan Kota Bontang difokuskan pada pembangunan infrastruktur dan penguatan ketahanan wilayah. Menurutnya, pengelolaan kota yang efektif dan efisien sebagai langkah strategis pemerintah dalam mengurai persoalan pembangunan di daerah.

“Melalui program menata Bontang, kami (Pemerintah Kota Bontang, red) fokus pada pembangunan infrastruktur dan penguatan ketahanan wilayah,” ucap Neni, Sabtu (28/3/2026).

Neni menjelaskan, pemerintah saat ini telah mengucurkan anggaran untuk penanganan banjir senilai Rp332 miliar, seperti pembangunan Polder Tanjung Laut, Tanggul, perbaikan drainase, pembuatan rumah pompa, serta revitalisasi danau Kanaan. Termasuk perbaikan saluran air di Jalan Pattimura dan pembangunan jembatan di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara.
Upaya tersebut diharapkan mampu mengatasi masalah banjir yang selama ini menjadi momok menakutkan di Kota Taman. Pasalnya setiap kali hujan mengguyur Kota Bontang dengan intensitas yang cukup tinggi, maka dapat mengakibatkan beberapa wilayah terendam banjir.

“Pada tahun 2026, kami mengalokasikan anggaran sebanyak Rp332 miliar untuk penanganan banjir,” sebut politisi Partai Golkar tersebut.

Selain itu, orang nomor satu di Kota Taman itu menyebutkan, bahwa pemerintah juga berkomitmen memberikan rasa aman dan nyaman bagi warga. Dengan penambahan 150 unit Closed Circuit Television (CCTV) untuk meningkatkan koneksivitas dan keamanan kota.

Di sisi lain, Neni menegaskan upaya pemerintah dalam mengentaskan masalah banjir rob di wilayah pesisir di Kota Bontang, dengan pembangunan Jalan Layang yang terletak di Jalan Piere Tendean yang menghubungkan pemukiman warga di Kelurahan Bontang Kuala, Kecamatan Bontang Selatan.

Ia menjelaskan, penanganan banjir di wilayah akan direalisasikan melalui dukungan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Kondisi tersebut dapat menjadi solusi jangka panjang banjir air rob.

“Kami juga terus mengupayakan pembangunan jalan layang di Jalan Piere Tendean melalui dukungan APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara, red) sebagai solusi jangka panjang air rob,” pungkasnya. (*Adv)

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *