Pemkot Usulkan Tambahan Pipa Induk dan Sambungan Rumah hingga Bontang Lestari

banner 468x60

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus memperluas jangkauan program jaringan gas (jargas) gratis bagi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam menyediakan energi yang lebih murah, efisien, dan ramah lingkungan bagi warga.

Tak hanya itu, Pemkot juga mendorong Bontang menjadi kota percontohan city gas di Indonesia dengan menambah jumlah sambungan rumah (SR) serta memperluas jaringan pipa induk agar menjangkau seluruh wilayah Kota Taman. Penambahan infrastruktur ini dinilai penting untuk memastikan pemerataan akses energi bagi masyarakat.

Kepada awak media, Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan rencana tersebut telah disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), khususnya kepada Direktur Jenderal (Dirjen) ESDM dalam pertemuan tahun lalu.

“Saat pertemuan dengan Dirjen ESDM, saya sudah menyampaikan usulan tersebut sekaligus menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dukungan pemerintah pusat,” ujar Neni, Senin (30/3/2026).

Menurutnya, komunikasi dengan pemerintah pusat terus dilakukan secara intensif. Bahkan, sebagai tindak lanjut, Pemkot Bontang kembali mendapat kesempatan untuk melakukan pertemuan lanjutan di Jakarta.

“Alhamdulillah, kami kembali dijadwalkan bertemu dengan Dirjen ESDM. Kami akan mengusulkan penambahan pipa induk dan sambungan rumah, karena saat ini masih tersisa satu wilayah yang belum terlayani,” jelasnya.

Saat ini, jaringan pipa induk gas di Kota Bontang telah menjangkau 14 kelurahan. Namun, kawasan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan. Jika usulan disetujui, maka akan bertambah menjadi 15 jalur, termasuk untuk menjangkau Bontang Lestari.

Meski demikian, tantangan tetap ada. Pemerintah pusat menilai pembangunan pipa induk ke wilayah tersebut membutuhkan biaya besar, mengingat jarak antar rumah yang cukup berjauhan. masih belum teraliri jargas karena terkendala jarak yang cukup jauh serta tingginya biaya pembangunan.

“Jika pemasangan dilakukan secara mandiri, satu sambungan bisa mencapai sekitar Rp7 juta. Jika dikalikan ribuan rumah, nilainya sangat besar. Namun di Bontang, masyarakat tidak dipungut biaya karena ini program dari pusat,” ungkap Neni.

Di sisi lain, pada tahun 2026 Bontang kembali mendapatkan alokasi sebanyak 10.560 sambungan rumah jargas dari pemerintah pusat. Program ini menjadi keuntungan besar bagi masyarakat, karena tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Namun, Pemkot Bontang tetap mengusulkan tambahan sambungan baru. Saat ini, masih terdapat sekitar 12 ribu rumah tangga yang diharapkan dapat segera menikmati layanan jargas. Program ini diharapkan mampu menekan pengeluaran masyarakat sekaligus mengurangi ketergantungan pada gas elpiji.

Selain itu, penggunaan jaringan gas dinilai lebih aman dan efisien dalam jangka panjang. Dengan berbagai upaya yang dilakukan, Pemkot Bontang optimistis pemerataan energi dapat segera terwujud.

“Diusulkan memang kita masih ada tambahan menjadi 12 ribu sambungan rumah,” tutupnya. (*Adv).

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *