Wali Kota Bontang Optimalkan Pembangunan, Paparkan Indikator Keberhasilan

banner 468x60

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang terus berupaya meningkatkan kinerja pembangunan Kota Bontang setiap tahun. Pada tahun 2025, gambaran kinerja pembangunan pemerintah ditinjau dari beberapa indikator makro utama pembangunan di daerah.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengungkapkan tahun 2024 perekonomian Kota Bontang minus 2,51 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan cukup berat terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor ekstraktif. Sedangkan pada 2025, menjadi tahun pemulihan, di mana laju pertumbuhan ekonomi kembali mengalami kenaikan mencapai 3,21 persen.

Neni menegaskan, capaian tersebut menandakan bahwa pelbagai progam pemerintah daerah dalam pembangunan, khususnya pada sektor ekonomi yang sedang berjalan mulai menunjukkan hasil positif. Meski belum maksimal, namun memberikan dampak nyata bagi pembangunan di Kota Bontang.

“Meskipun, fondasi ekonomi Kota Bontang masih perlu terus diperkuat,” ungkap Neni, Senin (30/3/2026).

Sementara itu, laju pertumbuhan ekonomi di bidang non migas bertumbuh secara konsisten yang mencapai 6,33 persen. Hal ini menunjukkan pergerakan baik ke arah diverifikasi ekonomi di beberapa sektor meliputi pedagang, kontruksi, dan jasa. Keadaan ini, dapat melepaskan ketergantungan pada sektor migas.

Dari sisi kesejahteraan sosial, pemerintah terus mendorong penurunan penduduk miskin. Tercatat, tahun sebelumnya jumlah masyarakat kurang mampu sekitar 3,74 berkurang menjadi 3,21 persen.

Artinya, program perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, serta berbagai intervensi terhadap kelompok rentan telah memberikan dampak nyata bagi masyarakat yang memiliki penghasilan rendah. Meski begitu, pada waktu yang sama, perhitungan tesebut sebagai ukuran ketimpangan pendapatan relatif mengalami peningkatan menjadi 0,349 di tahun 2025.

“Melampaui batas target rasio ketimpangan sebesar 0,330. Kondisi ini merupakan peringatan bagi kita semua bahwa pertumbuhan ekonomi dan penurunan kemiskinan belum dinikmati secara merata. Dan agenda pemerataan harus menjadi fokus yang lebih serius pada tahun mendatang,” jelasnnya.

Lebih lanjut, Neni menambahkan, indeks pembangunan manusia (IPM) menunjukkan tren dan semakin meningkat sebanyak 0,55 poin dari data sebelumnya, sekitar 8,34 persen pada tahun 2025. Prestasi ini menandakan adanya peningkatan pada kualitas pendidikan, kesehatan, dan standar hidup masyarakat.

Dengan status IPM yang sudah berada pada kategori sangat tinggi, bukan tak memiliki tantangan kedepan, justru prestasi itu mesti dipertahankan. Bahkan harus ditingkatkan guna memastikan SDM di Kota Taman benar-benar berkualitas.

“Dengan begitu, penduduk siap menghadapi tantangan pembangunan dan perubahan global yang semakin dinamis,” harapnya.

Komitmen pemerintah dalam menurunkan jumlah pengangguran tak sekadar ucapan, melainkan tindakan nyata. Tingkat pengangguran terbuka di Bontang menunjukkan penurunan yang konsisten hingga di angka 6,36 persen di tahun 2025.

“Pada tahun 2024, pengangguran mencapai 7,06 persen. Penurunan ini memperlihatkan adanya penyerapan tenaga kerja yang mengindikasikan terjadinya penambahan lapangan kerja baru. Melalui peningkatan investasi, tumbuhnya sektor UMKM (Usaha, Mikro, Kecil, dan Menengah, red) serta berkembangnya sektor jasa dan pariwisata,” tutup Neni. (*Adv)

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *