Bontang – Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menghadiri sekaligus melepas ekspor perdana 18.000 ton amonium nitrat produksi PT Dahana ke Australia, Sabtu (18/04/2026) pagi. Kegiatan ini berlangsung di Dermaga Terminal Khusus Pelabuhan Tursina dan menjadi momentum penting bagi industri di Kota Bontang.
Neni mengungkapkan rasa bangga atas capaian tersebut. Ia menilai ekspor ini menjadi bukti nyata bahwa produk industri dalam negeri mampu bersaing dan diakui di pasar global.
“Ini menunjukkan bahwa industri kita sudah mampu menembus pasar internasional. Tentu ini menjadi kebanggaan bagi kita semua,” ungkap Neni Moernaeni saat menyampaikan sambutan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya peran tenaga kerja lokal dalam mendukung aktivitas industri di daerah. Sesuai dengan kebijakan daerah, yang tertuang dalam Perda Nomor 10 Tahun 2018 tentang Rekruitmen Tenaga Kerja, perusahaan diharapkan tetap memprioritaskan tenaga kerja asal Bontang.
“Kami berharap tenaga kerja lokal tetap menjadi prioritas, minimal 75 persen sesuai ketentuan. Alhamdulillah, sejauh ini sudah banyak putra daerah yang terlibat,” tegasnya.
Menurut Neni, kesiapan sumber daya manusia lokal juga terus diperkuat melalui berbagai lembaga pendidikan tinggi di Bontang, seperti STTIB (Sekolah Tinggi Teknologi Industri Bontang)
dan STITEK (Sekolah Tinggi Teknologi), yang mencetak lulusan di bidang teknik dan industri.
Politikus perempuan Partai berlambang pohon beringin itu berharap ekspor perdana ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam membuka peluang pasar baru. Selain itu, sinergi antara pemerintah, industri, dan dunia pendidikan diharapkan terus diperkuat untuk menciptakan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
“Kami ingin anak-anak Bontang tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut berperan aktif dalam pembangunan dan kegiatan industri,” tutup orang nomor satu di Kota Taman itu.
Sementara itu, Direktur Operasi PT Dahana, Abdul Haris Atbaro, menjelaskan bahwa ekspor ini merupakan bagian dari strategi perusahaan dalam memperluas pasar internasional. Australia dipilih sebagai tujuan utama karena memiliki sektor pertambangan yang besar dan membutuhkan pasokan amonium nitrat dalam jumlah tinggi.
Ia menyebutkan, total ekspor sebesar 18.000 ton akan dikirim dalam tiga tahap dengan nilai mencapai 10,8 juta dolar Amerika Serikat. Jika dirupiahkan maka setara dengan Rp185,2 miliar hingga Rp185,4 miliar.
“Produk kami memiliki kualitas yang mampu bersaing dan memenuhi standar internasional. Ini menjadi peluang besar untuk memperkuat posisi di pasar global,” jelasnya.
Sebagai informasi, kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat dan pimpinan perusahaan, serta unsur Forkopimda seperti perwakilan BAIS TNI Kolonel Inf Zeni Djunaidhi, Dandim 0908/Bontang Letkol Inf Ardiansyah, Direktur Operasi PT Dahana Abdul Haris Atbaro, Direktur Manajemen Risiko PKT Teguh Ismartono, serta Kapolres Bontang yang diwakili oleh Kasat Resnarkoba AKP Larto.
Kemudian, Direktur Utama PT Dahana Hary Irmawan, Komisaris PT Dahana Rusdianto dan Wildan Widarman, Direktur Keuangan, Manajemen Risiko dan SDM Mohamad Nur Sodiq, Komisaris Utama PT KAN Dedy Laksmono, serta Direktur Utama PT KAN Alvina Elysia Dharmawangsa. (*Adv).









