Sembilan Dapur MBG Bontang Kena Sanksi, Wawali Angkat Bicara

banner 468x60

Bontang – Sebanyak sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Bontang dihentikan sementara operasionalnya. Kebijakan ini diambil setelah ditemukan ketidaksesuaian pada instalasi pengolahan air limbah (IPAL) di dapur penyedia program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Penghentian tersebut berdampak langsung pada sekitar 13 ribu pelajar yang untuk sementara waktu belum dapat menikmati program pemenuhan gizi tersebut. Hasil inspeksi menunjukkan sejumlah dapur belum memenuhi standar teknis yang telah ditetapkan, terutama terkait sistem pengelolaan limbah.

Menanggapi hal ini, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyatakan pemerintah daerah memberi perhatian serius terhadap persoalan tersebut. Ia menegaskan, langkah penghentian sementara harus dilihat sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas dan keamanan layanan.

“Saya tidak ingin menyalahkan pihak mana pun. Namun memang sebelumnya sudah ada peringatan bahwa operasional belum bisa berjalan jika syarat-syarat belum dipenuhi,” ujarnya beberapa waktu lalu.

Lebih lanjutm Agus Haris menjelaskan, pihak pengelola sebenarnya telah diberikan waktu untuk melakukan perbaikan sebelum sanksi penghentian diterapkan. Namun, karena belum seluruh ketentuan dipenuhi, maka langkah tegas harus diambil sesuai prosedur.

“Kalau sudah diberikan waktu untuk memperbaiki tetapi belum dilaksanakan, tentu harus mengikuti aturan yang berlaku. Ini demi kebaikan bersama,” tambahnya.

Orang nomor dua di Kota Taman ini meminta seluruh pengelola SPPG yang terdampak agar segera melakukan pembenahan, khususnya pada sistem IPAL, agar sesuai dengan standar yang ditetapkan oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Dinas Kesehatan.

Menurutnya, pemenuhan standar tersebut menjadi hal krusial, tidak hanya untuk keberlanjutan program MBG, tetapi juga untuk memastikan aspek kesehatan dan lingkungan tetap terjaga.

“Kami berharap sembilan dapur ini bisa segera memenuhi standar. Pemerintah daerah akan terus mengawasi agar perbaikan berjalan cepat,” harapnya.

Agus Haris juga menekankan pentingnya komitmen semua pihak dalam menjaga kualitas program MBG yang bertujuan meningkatkan asupan gizi pelajar. Ia berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan sehingga layanan bisa kembali berjalan normal.

“Program ini sangat penting bagi anak-anak kita. Karena itu, perbaikannya harus dipercepat agar mereka bisa kembali mendapatkan manfaatnya,” pungkasnya. (*Adv).

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *