Pemkot Bontang Kaji Pembelian Rumah di Jakarta, Disiapkan Jadi Rumah Singgah Warga

banner 468x60

Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang tengah mengkaji rencana pembelian sebuah rumah di Jakarta yang akan difungsikan sebagai mess atau rumah singgah bagi warga Bontang yang memiliki keperluan di ibu kota.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, mengatakan fasilitas tersebut nantinya dapat dimanfaatkan masyarakat yang datang ke Jakarta, misalnya untuk berobat maupun mengantar anak yang akan mendaftar kuliah.

“Sebetulnya rumah ini dijadikan semacam rumah singgah. Masyarakat Bontang yang ke Jakarta ada yang berobat atau mengantar anak kuliah,” ujar Neni.

Ia menegaskan mess tersebut diperuntukkan bagi masyarakat dan tidak dapat digunakan oleh pegawai pemerintah. Sebab, pegawai yang melakukan perjalanan dinas telah mendapatkan fasilitas melalui Surat Perintah Perjalanan Dinas (SPPD).

“Kalau pegawai sudah tidak boleh, karena mereka punya SPPD (Surat Perintah Perjalanan Dinas), kan,” tegasnya.

Menurut Neni, keberadaan mess di Jakarta juga memiliki fungsi lain, yakni sebagai kantor penghubung pemerintah daerah di pusat. Dengan begitu, fasilitas tersebut tidak hanya menjadi tempat singgah bagi warga, tetapi juga mendukung koordinasi pemerintahan.

Ia mengungkapkan sebelumnya sempat mempertimbangkan untuk menghentikan sewa rumah yang selama ini digunakan. Bahkan, opsi menutup atau menjual aset juga pernah dipikirkan.

Namun setelah dikaji kembali, keberadaan mess dinilai masih cukup penting bagi pemerintah daerah.Selain itu, pembelian rumah juga dianggap lebih efisien dibandingkan terus menyewa. Pasalnya, Pemkot Bontang telah menyewa rumah di Jakarta sejak 2007 dengan biaya sekitar Rp500 juta setiap tahun.

“Kalau menurut saya mahal sekali, Rp500 juta. Kalau kita belikan, tiap tahun tidak lagi mengeluarkan Rp500 juta untuk sewa,” ungkapnya.

Meski demikian, rencana pembelian tersebut masih dalam tahap penjajakan. Pemerintah daerah juga belum memastikan apakah realisasi pembelian bisa dilakukan tahun ini atau harus menunggu tahun berikutnya, mengingat kondisi keuangan daerah yang sedang mengalami efisiensi anggaran.

“Ini masih dalam tahap penjajakan dan prosesnya juga panjang. Tapi saya sampaikan silakan cari dan kalau ada yang menguntungkan, ambil saja itu,” pungkasnya.

Diketahui, Pemkot Bontang menyiapkan anggaran sekitar Rp8 miliar untuk rencana pembelian rumah tersebut. (*Adv)

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *