Bontang – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bontang tak hanya berdampak pada pemenuhan gizi pelajar, tetapi juga memberikan efek signifikan terhadap perputaran ekonomi lokal. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan program ini mampu membuka lapangan kerja sekaligus menggerakkan sektor usaha masyarakat.
Menurutnya, dari total 19 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang telah beroperasi, masing-masing unit mampu menyerap sekitar 35 tenaga kerja. Artinya, hampir seribu orang telah mendapatkan pekerjaan dari program tersebut.
“Kalau 19 SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, red) ini berjalan semua tanpa kendala, hampir seribu tenaga kerja terserap. Ini dampak nyata yang harus kita jaga,” ucap Agus Haris tidak lama ini.
Tak hanya itu, ia menyebu efek berantai dari program MBG juga dirasakan oleh pelaku usaha lokal. Mulai dari pedagang telur, ayam, sayur, hingga distributor bahan pangan turut menikmati peningkatan permintaan.
Oleh karena itu, Agus Haris menekankan pentingnya menjaga perputaran ekonomi tetap berada di dalam daerah. Ia mengimbau agar seluruh kebutuhan bahan baku program MBG dipasok dari pelaku usaha lokal Bontang, bukan dari luar daerah.
“Saya selalu sampaikan, kalau ada pengusaha di Bontang, beli dari Bontang. Jangan ambil dari luar. Supaya uangnya tetap berputar di daerah kita sendiri,” tegasnya.
Ia menilai, langkah tersebut menjadi strategi penting dalam memperkuat ekonomi masyarakat sekaligus menekan angka pengangguran. Dengan melibatkan pelaku usaha lokal, manfaat program MBG tidak hanya dirasakan oleh siswa, tetapi juga oleh masyarakat luas.
“Ini bukan hanya soal makan gratis, tapi bagaimana program ini bisa menggerakkan ekonomi dari kita untuk kita,” tambahnya.
Orang nomor dua di Kota Taman ini berharap sinergi antara pemerintah, pengelola program, dan pelaku usaha lokal dapat terus diperkuat. Dengan begitu, program MBG tidak hanya berfungsi sebagai intervensi gizi, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang berkelanjutan.
“Kalau semua bergerak bersama, manfaatnya akan jauh lebih besar. Ini yang terus kita dorong,” tukasnya.
Tak hanya pada sektor ekonomi, politisi Partai Gerindra ini juga menyoroti kehadiran program MBG membuka lapangan pekerjaan. Ia menyebut, rata-rata satu unit SPPG melibatkan sekitar 35 pekerja.
“Kalau satu SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, red) ada sekitar 35 orang. Maka membuka lapangan kerja,” tutupnya. (*Adv).









