Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang menorehkan prestasi membanggakan sepanjang tahun 2025 dengan meraih 16 penghargaan dari berbagai sektor. Capaian ini menjadi bukti nyata hasil kerja keras pemerintah daerah yang didukung sinergi lintas sektor serta partisipasi aktif masyarakat.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, menegaskan, keberhasilan pembangunan yang diraih bukan semata hasil kerja pemerintah, melainkan buah kolaborasi antara masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi tersebut mendorong peningkatan kualitas pembangunan yang diakui oleh pemerintah pusat, pemerintah provinsi, hingga lembaga independen.
“Hasil pembangunan Kota Bontang adalah bukti kerja sama, bukan semata hasil upaya pemerintah, melainkan berkat partisipasi aktif masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan. Atas sinergi dan kolaborasi nyata, Kota Bontang memperoleh beragam penghargaan,” ujar Neni tidak lama ini.
Sejumlah penghargaan bergengsi berhasil diraih, di antaranya Penghargaan Arindama Keberhasilan Pembangunan kabupaten/kota se-Kalimantan Timur, penghargaan Produk Hukum Berkualitas, serta apresiasi dari Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) atas komitmen pembiayaan dan pengembangan layanan publik.
Di bidang ketenagakerjaan, Bontang meraih juara empat Paritrana Award Provinsi Kalimantan Timur 2025. Sementara pada sektor perlindungan anak, Kota Bontang kembali menorehkan prestasi melalui penghargaan Kota Layak Anak (KLA) kategori utama.
Tak hanya itu, Pemkot juga menerima BAZNAS Awards 2025 sebagai kepala daerah pendukung gerakan zakat Indonesia, serta meraih posisi terbaik kedua wilayah Kalimantan dalam Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD). Di bidang lingkungan dan tata kota, Bontang berhasil meraih peringkat pertama UI Green City Metric 2025 sebagai kota paling berkelanjutan dalam penataan ruang dan infrastruktur.
Prestasi lainnya juga datang dari keterbukaan informasi publik, di mana Bontang meraih peringkat pertama sebagai pemerintah daerah paling informatif di Kalimantan Timur. Selain itu, berbagai penghargaan lain turut melengkapi capaian tersebut, mulai dari bidang kearsipan, digitalisasi, kualitas kebijakan, hingga kesehatan lingkungan melalui penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat.
Pemkot Bontang berharap deretan penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus menjaga konsistensi kinerja serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Dengan begitu, kehadiran pemerintah dapat semakin dirasakan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus dapat menjaga konsistensi kinerja dan meningkatkan kualitas pelayanan pembangunan Kota Bontang kepada masyarakat,” tandasnya.
Ke depan, Bontang optimistis mampu mempertahankan bahkan meningkatkan capaian tersebut melalui kolaborasi yang semakin kuat demi mewujudkan kota yang maju, transparan, dan berdaya saing.
“Sehingga kehadiran pemerintah dapat benar-benar dirasakan secara langsung,” tutupnya. (*Adv).









