Bontang – Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang merespons keluhan sebagian orang tua siswa terkait menu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan evaluasi akan dilakukan dengan melibatkan seluruh pihak terkait, mulai dari pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Dinas Kesehatan, hingga pihak sekolah dan mitra pelaksana.
Menurut Agus Haris, pemerintah daerah akan memanggil seluruh pihak untuk duduk bersama dan menyepakati langkah terbaik. Ia menekankan keputusan tidak bisa hanya didasarkan pada segelintir keluhan, melainkan harus mempertimbangkan mayoritas penerima manfaat.
“Kalau dari 300 siswa hanya dua yang mengeluh, tentu kita harus melihat secara adil. Mayoritas yang sudah menerima manfaat juga harus menjadi pertimbangan,” sebut Agus Haris beberapa waktu lalu.
Meski demikian, kata dia, akan membuka ruang penyesuaian menu secara berkala berdasarkan masukan dari sekolah dan orang tua. Skema tersebut dapat dilakukan melalui diskusi rutin antara pihak sekolah dan pengelola SPPG, dengan tetap memperhatikan batas anggaran yang telah ditetapkan.
“Silakan dilakukan penyesuaian menu, misalnya dalam satu pekan ada variasi sesuai usulan. Yang penting tetap dalam koridor anggaran dan disepakati bersama,” jelasnya.
Di sisi lain, orang nomor dua di Kota Taman ini menegaskan aspek utama yang harus dijaga dalam program MBG adalah kebersihan dan kualitas makanan. Ia mengingatkan seluruh SPPG agar semua tahapan tak ada yang diabaikan, mulai dari pengolahan hingga distribusi, memenuhi standar higienis demi kesehatan siswa.
“Makanan yang diberikan harus benar-benar bersih, higienis, dan berkualitas. Ini yang tidak boleh ditawar,” imbuhnya.
Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang beredar di media sosial tanpa verifikasi. Menurutnya, dinamika pro dan kontra merupakan hal wajar dalam setiap kebijakan publik.
“Tidak mungkin semua orang setuju. Pasti ada pro dan kontra. Tapi yang terpenting kita melihat manfaatnya bagi anak-anak sebagai penerima program,”tandasnya.
Politikus Partai Gerindra tersebut menilai program MBG tetap memberikan dampak positif, terutama dalam mendukung pemenuhan gizi siswa serta meringankan beban orang tua. Karena itu, evaluasi yang dilakukan diharapkan mampu menyempurnakan pelaksanaan program tanpa mengurangi manfaat utamanya.
“Program ini baik, tinggal kita benahi bersama agar semakin optimal dan tepat sasaran,” pungkasnya. (*Adv).









