Tagihan Air Membengkak, Warga Bontang Resah: Begini Respons Wawali

banner 468x60

Bontang – Lonjakan tagihan air yang dialami sejumlah warga Bontang memicu keresahan di tengah masyarakat. Keluhan pun ramai bermunculan di media sosial, setelah pelanggan mengaku terkejut dengan besaran tagihan yang meningkat drastis dari biasanya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menyatakan akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan penyebab kenaikan tagihan air yang dikeluhkan warga. Ia menegaskan, persoalan ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut.

“Ini tentu menjadi perhatian serius. Kita akan cek langsung di lapangan untuk mengetahui penyebab pastinya,” ujarnya saat dikonfirmasi awak media, Jumat (10/4/2026) malam.

Meski demikian, Agus Haris mengaku belum dapat memastikan faktor utama yang menyebabkan lonjakan tagihan tersebut. Ia menyebut, perlu ada pengecekan mendalam agar persoalan dapat ditangani secara tepat.

“Saya belum tahu persis apa yang menjadi keluhan atau kendala warga kita di Bontang,” ungkapnya.

Di sisi lain, ia menegaskan bahwa secara umum tarif air di Kota Bontang masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Timur. Hal ini berdasarkan data yang diterima pemerintah daerah.

“Kalau dibandingkan dengan daerah lain di Kalimantan Timur, tarif air di Bontang ini masih yang paling rendah,” tambahnya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa AH itu menjelaskan bahwa selama kurang lebih delapan tahun terakhir tidak ada perubahan tarif air. Namun di waktu yang sama, biaya operasional, perawatan jaringan, hingga peningkatan layanan terus mengalami kenaikan.

Menurutnya, lonjakan tagihan yang dirasakan warga tidak serta-merta disebabkan oleh penyesuaian tarif dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Taman. Ia menduga, faktor penggunaan air oleh pelanggan juga berpengaruh besar terhadap besaran tagihan.

Salah satu contoh yang kerap terjadi adalah penggunaan satu sambungan air oleh beberapa kepala keluarga, seperti pada rumah kontrakan atau kos-kosan. Kondisi ini dapat menyebabkan volume pemakaian meningkat signifikan.

“Misalnya satu sambungan digunakan banyak orang, seperti rumah sewa atau kos-kosan dengan beberapa kepala keluarga. Itu pasti membuat tagihan naik,” jelasnya.

Selain itu, kebocoran pipa atau keran yang tidak tertutup dengan baik juga menjadi faktor yang berpotensi menyebabkan pembengkakan tagihan. Penggunaan air yang berlebihan tanpa disadari turut memperbesar biaya yang harus dibayar pelanggan.

“Ada juga kemungkinan kebocoran pipa atau pemilik rumah lupa mematikan keran, itu juga bisa memicu lonjakan tagihan,” katanya.

Untuk memastikan penyebab pasti, pihaknya akan segera melakukan pengecekan langsung ke lapangan. Agus Haris memastikan, langkah ini diambil sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan masyarakat.

“Nanti kita jadwalkan dalam waktu dekat untuk turun langsung dan cek kondisi di lapangan,” pungkasnya. (*Adv).

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *