DPRD Bontang Akan Sidak Autis Center, Andi Faizal Respons Keluhan Orang Tua Disabilitas

banner 468x60

Bontang – Ketua DPRD Kota Bontang, Andi Faizal Sofyan Hasdam, berencana melakukan peninjauan langsung ke fasilitas Autis Center sebagai tindak lanjut atas berbagai keluhan orang tua anak penyandang disabilitas. Langkah ini diambil untuk memastikan layanan dan pemanfaatan fasilitas tersebut berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

Rencana tersebut disampaikan Andi Faizal usai menerima sejumlah aspirasi dalam kegiatan reses. Ia menegaskan, DPRD bersama komisi terkait akan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi riil, termasuk sistem pelayanan, pola penanganan, serta jumlah anak yang saat ini dilayani di Autis Center.

“Insyaallah minggu depan kita jadwalkan kunjungan ke Autis Center. Kemarin kita sudah merangkum aspirasi masyarakat, sekarang saatnya kita lihat langsung di lapangan,” sebut Andi Faiz saat diwawancara awak media, Sabtu (2/5/2026).

Menurutnya, keberadaan Autis Center tidak hanya sebatas tempat terapi bagi anak berkebutuhan khusus, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pemberdayaan bagi penyandang disabilitas secara lebih luas. Hal ini sejalan dengan regulasi daerah yang memberikan ruang bagi kaum difabel untuk berkembang, termasuk dalam aspek pendidikan dan kesempatan kerja.

“Fasilitas ini seharusnya tidak hanya fokus pada terapi, tetapi juga menjadi ruang pemberdayaan. Kita sudah punya Perda (Peraturan Daerah, red) yang mengatur itu, jadi harus dimaksimalkan,” sambung legislator Partai Golkar tersebut.

Namun demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah persoalan, salah satunya terkait pembatasan layanan terapi. Berdasarkan informasi yang diterima, layanan terapi yang ditanggung melalui skema pembiayaan seperti BPJS memiliki batasan waktu tertentu, sehingga tidak semua kebutuhan anak disabilitas dapat terakomodasi secara berkelanjutan.

“Ini juga menjadi perhatian kita. Ada batasan dalam layanan terapi, sementara kebutuhan anak disabilitas tidak bisa disamaratakan. Kita akan dalami bersama pihak terkait,” katanya.

Politisi dari Partai berlambang pohon beringin itu menilai, kondisi tersebut perlu dikaji lebih lanjut melalui koordinasi dengan instansi terkait, termasuk pemerintah daerah dan pihak pengelola layanan kesehatan. Ia juga menegaskan pentingnya mencari solusi agar anak-anak disabilitas tetap mendapatkan pendampingan yang optimal, meskipun ada keterbatasan regulasi.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa jumlah anak berkebutuhan khusus di Bontang cukup signifikan, sehingga diperlukan perhatian serius dari semua pihak. DPRD pun berkomitmen untuk menjadikan isu ini sebagai prioritas dalam pembahasan kebijakan ke depan.

“Ini bukan persoalan kecil. Kita harus duduk bersama, mencari solusi terbaik agar layanan bagi anak disabilitas bisa lebih maksimal dan berkelanjutan,” tegasnya.

Melalui kunjungan tersebut, DPRD berharap dapat memperoleh gambaran menyeluruh terkait kondisi Autis Center, sekaligus merumuskan langkah konkret untuk meningkatkan kualitas layanan bagi anak berkebutuhan khusus di Kota Bontang.

“Kita ingin memastikan fasilitas yang sudah ada benar-benar bermanfaat dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak disabilitas,” pungkasnya. (Adv/DPRD Bontang)

Deskripsi Gambar

Related posts

banner 468x60

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *